Rabu
12 Agustus 2026 | 2 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Luncurkan Kampung Wisata Maspati

pdip jatim risma bersama warga kampung maspati

pdip jatim risma bersama warga kampung maspatiSURABAYA – Wali Kota Terpilih Tri Rismaharini bersama Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Toto Heli Yanto, meluncurkan destinasi wisata eksotik, Kampung Lawas Maspati, di Bubutan, Surabaya, Minggu (24/1/2015).

Peresmian tersebut sekaligus menandai penyelenggaraan Festival Kampung Lawas Maspati 2016. Perhelatan tahunan tersebut diselenggarakan secara swadaya oleh warga kampung itu sendiri.

Menurut Risma, Pemerintah Kota Surabaya sangat mendukung pengembangan destinasi wisata yang berbasis masyarakat atau dikelola mandiri oleh warga. “Kampung ini akan terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan destinasi wisata lain, sebagai sebuah paket kunjungan agar lebih menarik,” kata Risma, usai acara.

Kampung Lawas Maspati di Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan itu banyak dihuni keluarga para pejuang kemerdekaan, khususnya yang turut serta di pertempuran 10 November.

Kampung Lawas Maspati berada tidak jauh dari monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Di kampung tersebut, masih banyak dijumpai bangunan-bangunan asli perkampungan Surabaya zaman dahulu yang masih berdiri kokoh, yang kini dihuni anak cucu para pejuang Surabaya.

Salah satu di antaranya adalah rumah milik Raden Soemomiharjo, tokoh dari Keraton Surakarta yang oleh warga setempat akrab dipanggil “Ndoro Mantri”.

“Selain rumah milik Ndoro Mantri, juga ditemukan sejumlah punden dan barang bersejarah yang hingga kini disimpan oleh keluarga para pejuang di kampung Maspati ini,” kata Ketua RW 8 Maspati, Sabar Swastono.

Kampung Lawas Maspati berada di wilayah RW 8 di enam RT. Kampung tersebut dihuni oleh sekitar 350 kepala keluarga dengan 1.600 jiwa. Meski berada di gang sempit, kampung tersebut terlihat asri dengan dipenuhi tanaman-tanaman rimbun.

“Diresmikannya Kampung Lawas Maspati sebagai kampung wisata menjadi tonggak kebangkitan wong kampung untuk terus aktif berkreasi dan bertahan di era globalisasi, dengan tidak kehilangan identitasnya sebagai orang kampung Surabaya asli atau arek Suroboyo,” katanya.

“Dengan diadakannya Festival Kampung Lawas, maka akan mengundang masyarakat untuk berkunjung ke kampung cagar budaya yang terletak tidak jauh dari Tugu Pahlawan ini,” tambahnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Banteng DKI Jakarta Vs Jateng Skor 1:0, Talenta Muda Bermunculan

GRESIK – Banteng DKI Jakarta berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Banteng Jateng FC dalam lanjutan kompetisi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...