Senin
02 November 2026 | 1 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Ingin Penerima Manfaat di Balai Kemensos Bisa Mandiri

pdip-jatim-risma-080121-1

JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismaharini ingin penerima manfaat di Balai Kementerian Sosial diberdayakan sehingga betul-betul bisa mandiri, tidak hanya mendapatkan layanan rehabilitasi sosial.

“Pelatihan keterampilan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal mereka untuk bekerja atau berwirausaha,” kata Mensos Risma, Kamis (7/1/2021).

Hal itu disampaikan Risma saat bersama Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat mengunjungi Balai Karya “Mulya Jaya” Jakarta. Kunjungan kerja itu untuk meninjau sarana dan prasarana pelayanan yang tersedia di balai.

Risma menekankan agar penerima manfaat (PM) yang telah selesai mengikuti kegiatan rehabilitasi sosial di Balai, dapat langsung melakukan aktivitas yang lebih produktif. Karena itu dia minta kualitas layanannya harus benar-benar dijaga.

Mantan Wali Kota Surabaya itu ingin agar PM bisa sukses dan berhasil dalam kehidupannya, sehingga perlu diberikan tambahan-tambahan pelatihan perencanaan usaha, mengelola usaha, bahkan mengelola keuangan.

“Jadi tidak sekadar melatih PM membuat produk, tapi juga bagaimana cara memasarkan produk, pengemasannya harus bagus, jadi orang tertarik untuk membeli. Dan dari awal sudah diajarkan pemasaran produk secara online,” jelas Risma.

Hal itu bertujuan agar produk-produk yang dihasilkan PM bisa dipasarkan bukan hanya untuk kelas menengah ke bawah, tetapi juga kelas menengah ke atas, sehingga memiliki nilai tambah atau margin keuntungan yang lebih besar. Untuk itu standar kualitas produk harus ditingkatkan serta mempunyai merk.

“Kita harus dorong kalau ada PM yang punya potensi, harus dikembangkan potensinya, disekolahkan atau dilatih lagi. Jadi, kita pastikan mereka harus mentas,” tegasnya.

Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat menyampaikan Balai Karya Mulya Jaya selama ini menangani warga yang mengalami Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang.

“Dari kegiatan kunjungan Mensos ke lapangan, intinya adalah sebuah proses rehabilitasi sosial yang terintegrasi dengan pemberdayaan sosial, dan akhirnya adalah kemandirian, sehingga PM betul-betul naik kelas,” terang Harry. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...
KRONIK

Bangkalan Sabet Tiga Penghargaan Wilwatikta Awards, Bupati Lukman: Ada Kerja Keras Petani

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026. ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Turnamen Voli Pantai Trans Group, Dorong Regenerasi Atlet

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, membuka Turnamen Voli Pantai Trans Group di kawasan Pantai ...
SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...