oleh

Risma Ingin Museum Olahraga Jadi Inspirasi Arek-arek Suroboyo

-Berita Terkini, Kronik-49 kali dibaca

SURABAYA – Mensos Tri Rismaharini kembali menemani Wali Kota Eri Cahyadi meresmikan Museum Olahraga Surabaya (MOS) di Gelora Pancasila Jalan Padmosusastro No 12, Sabtu (8/5/2021).

MOS termasuk salah satu proyek impian Risma sejak menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Baca juga: Diresmikan, Jembatan Sawunggaling Bakal Jadi Pendongkrak UMKM

Dalam peresmian itu, keduanya mengundang para atlet dan mantan atlet berprestasi baik di tingkat nasional maupun dunia yang bersedia menyumbangkan barangnya untuk koleksi MOS.

Di antaranya Alan Budi Kusuma, Lilis Handayani, Ananta Sidarta, Evan Dimas, Yusuf Ekodono, Nanik Suhaji, Rahmad Darmawan, Jean Taroreh, dan Sony Dwi Kuncoro. “Mereka ini pahlawan masa kini yang bersama membawa nama bangsa,” kata Risma.

Dia menilai prestasi olahraga yang dihasilkan para atlet di Surabaya harus diabadikan dan disebarkan kepada generasi penerus. Meski peresmian dilakukan setelah dirinya sudah menjadi Mensos, Risma mengaku sangat bangga impiannya terwujud.

“Jadi, sebetulnya ini mimpi aku sudah lama sekali, mulai menjadi wali kota. Aku ingin Surabaya banyak museum,” ungkap Ketua DPP PDI Perjuangan ini.

Sebagai mantan atlet lari, Risma memahami bagaimana perjuangan mereka hingga meraih prestasi. Dia pengin semangat kerja keras dan pantang menyerah yang dimiliki atlet bisa ditiru generasi muda di Surabaya.

“Saya mengalami sendiri, tahu persis. Jadi, mereka jam tidur dan makan harus diatur. Tidak sembarangan, sangat disiplin,” tutur Risma.

Dengan diresmikannya museum ini, Risma berharap anak-anak Surabaya bisa mengenal para atlet yang mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Prestasi-prestasi yang diperoleh para atlet Surabaya bisa memberikan inspirasi agar ada penerusnya.

Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, dengan adanya MOS ini tentu akan semakin meningkatkan semangat arek-arek Suroboyo. Bahkan, nantinya mereka bisa belajar banyak dari perjuangan para atlet untuk mendapatkan keberhasilan.

“Bisa jadi penyemangat mereka, sehingga mereka termotivasi. Karena kita ingin menjadikan Surabaya menjadi kota berprestasi, kota anak dan juga kota olahraga. Di sini mereka juga bisa foto dengan para atlet idola mereka lewat photo box dan bisa langsung dicetak,” papar Eri.

Kader PDI Perjuangan ini menyebutkan, bahwa museum yang terdiri dari dua lantai ini, memiliki 235 jenis koleksi. Ratusan koleksi tersebut terbagi menjadi tiga jenis.

Pertama, koleksi historika yakni koleksi yang diperoleh dari hasil temuan, hasil escavasi atau bukti materil bersejarah berjumlah sekitar 169 buah.

Kemudian kedua, koleksi heraldika yaitu tanda penghargaan atau jasa, kepangkatan, lambang atau logo sebanyak 65 buah.

“Ketiga koleksi teknologika terkait benda dengan unsur teknologi berjumlah satu buah. Tentu, koleksi museum ini akan terus kita tambah dan terus bertahap,” pungkasnya. (goek)