Selasa
29 September 2026 | 4 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma: Gus Ipul-Mbak Puti Jadi, Saya Bisa Bantu Gratiskan SMA/SMK

pdip-jatim-puti-risma-ansor

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak barisan Pemuda Ansor NU mendukung dan memenangkan pasangan Calon Gubernur – Calon Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno dalam Pilgub Jatim 2018.

Risma berharap, kemenangan Gus Ipul-Mbak Puti bisa membuat kebijakan pengelolaan SMA/SMK berubah.

“Bantu Mbak Puti ya rek, kalau Mbak Puti jadi, saya bisa bantu gratiskan SMA/SMK di Surabaya,” kata Risma saat di acara Rakercab Ansor Kota Surabaya di Hotel Sheraton, Jalan Embong Malang, Minggu (11/2/2018).

Saat ini, Pemkot Surabaya tidak memiliki kewenangan mengelola SMA/SMK karena semua kebijakan dan kewenangan sudah diambil alih Pemprov Jatim.

Sehingga Pemkot Surabaya tidak lagi  bisa membuat kebijakan pendidikan gratis bagi siswa SMA/SMK seperti sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Risma juga mengajak Gerakan Pemuda Ansor Surabaya menangkal radikalisme dengan cara ikut menjaga masjid atau mushala di Kota Pahlawan.

“Ansor tolong ditangani soal masjid dan mushala agar tidak dimasuki kelompok radikal yang merasa paling benar. Padahal mereka tidak pernah berjuang,” kata Risma.

Menurut dia, banyak upaya yang ingin memecah belah umat Islam dengan cara-cara seperti itu. “Percuma perjuangan para santri syuhada yang bisa membuat Surabaya seperti sekarang, karena kita tidak bisa meneruskan perjuangan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno sendiri telah menyusun lima program unggulan, jika terpilih di Pilkada Jatim nanti. Dari 5 program unggulan, satu di antaranya diberi nama “Dik Dilan”, atau Pendidikan Gratis Berkelanjutan.

Hikmah Bafaqih, Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti Soekarno menjelaskan, Dik Dilan adalah upaya mengembalikan pendidikan gratis SMA/SMK yang oleh UU 23 Tahun 2014 kewenangannya diberikan kepada pemerintah provinsi.

“Pendidikan SMA/SMK akan digratiskan lagi. Dana yang dialokasikan Rp 1,4 triliun setiap tahun,” kata Hikmah.

Komponen yang akan ditanggung mencakup biaya operasional dan SPP yang dihitung per siswa.

“Untuk siswa dari keluarga miskin, yang ditanggung biaya transportasi, peralatan sekolah, pengadaan buku dan alat penunjang kecakapan khusus. Besaran dana akan disesuaikan untuk masing-masing daerah,” jelasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Puan Akan Atur Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati

JAKARTA – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan akan mengatur kembali pertemuan ...
KRONIK

Bupati Fauzi Fokus Bangun Generasi Emas Sepak Bola Sejak Dini

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, akan menggelar turnamen sepak bola antar-Sekolah Dasar ...
KRONIK

Sebanyak 348 Pelajar Banyuwangi Ikuti Digital Mission Race Palang Merah Remaja (PMR)

BANYUWANGI – Dalam rangkaian Peringatan HUT ke-81, PMI Banyuwangi menggelar lomba Digital Mission Race UKS/PMR ...
HEADLINE

Presiden Datangi Rumah Megawati, Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Presiden mendatangi kediaman Megawati Soekarnoputri di Jakarta untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Soroti Honor Guru TK Swasta, Dorong Pemerintah Lebih Bertanggung Jawab

Guntur Wahono menyoroti rendahnya honor guru TK swasta di Blitar. Ia mendorong kebersamaan dan tanggung jawab ...
EKSEKUTIF

RAPBD Surabaya 2027 Rp12,825 Triliun, Pendidikan Gratis hingga Rutilahu Tetap Jadi Prioritas

SURABAYA – Pendidikan gratis, kesehatan gratis hingga perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dipastikan tetap ...