Rabu
04 November 2026 | 6 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Canangkan Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan

pdip-jatim-risma-dan-balita

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mencanangkan gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), di gedung Balai Pemuda, Rabu (25/1/2017).

Gerakan yang dicanangkan Risma ini untuk menekan angka ibu meninggal setelah mengalami pendarahan saat melahirkan.

Risma mengatakan, 1.000 Hari Pertama Kehidupan wajib diperhatikan, utamanya bagi pasangan muda. Hingga usia dua tahun, orang tua wajib memberikan perhatian terhadap buah hatinya.

Jika anak kekurangan asupan gizi pada awal pertumbuhan, kata Risma, fisiknya akan tumbuh lebih pendek dan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif. Sehingga bisa mempengaruhi keberhasilan pendidikan, serta menurunkan produktivitas pada usia dewasa.

“Dengan cara seperti ini, kita bisa menentukan mulai dari IQ-nya seperti apa, kecerdasan intelektualnya, hingga fisiknya seperti apa di masa depan, mulai sekarang,” jelas Risma.

Wali kota dari PDI Perjuangan ini mencontohkan warga Korea Selatan sekarang penduduknya berpostur tinggi, karena mulai dari kandungan hingga bayi, mereka diberi asupan makanan ikan laut.

Oleh karena itu, dia minta Kepala Dinas Kesehatan Surabaya agar melakukan sosialiasi konsumsi ikan sejak mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Sosialisasi makan ikan ini harus dipaksa, jika anak tidak suka harus dipaksa. Karena ini baik untuk anak dan ibunya,” tegas Risma.

Pemkot Surabaya konsen dengan 1000 hari pertama kehidupan, karena ini seringkali tidak dipedulikan oleh sebuah keluarga.

“Padahal, ada yang harus diperhatikan saat ibu hamil. Bagaimana kecerdasan anak kita kelak, IQ-nya seperti apa, intelektual dan fisiknya,” urainya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, angka ibu meninggal akibat pendarahan di Surabaya, menurun. Jika pada tahun 2015 ada 39 kasus, pada tahun 2016 turun menjadi 27 kasus.

Turunnya angka tersebut, ujar Febria, dapat dicegah salah satunya dengan gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Untuk menekan angka ibu mengalami pendarahan saat melahirkan, Pemkot Surabaya melakukan pendampingan. Seorang ibu hamil wajib didampingi empat pendonor dengan golongan darah yang sama.

Saat ini sudah ada 315 calon pengantin dan 150 bidan untuk program 1000 HPk tersebut.

Bagi warga yang ingin mendaftar, tambah Febria, masyarakat bisa datang langsung ke 63 puskesmas di Kota Surabaya. Masyarakat bisa mendaftar tanpa dipungut biaya apapun.

Jika ada pasangan baru ingin mendapatkan pelayanan tersebut, imbuh Febria, harus ada kesepakatan minta didampingi hingga anaknya berumur 2 tahun.

Pendampingan tersebut mulai dari pemeriksaan kesehatan, gizinya sampai nanti cara menyusui. Dan harus diberikan air susu ibu (ASI) ekslusif sampai anaknya berumur 2 tahun. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...