Rabu
24 Juni 2026 | 6 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Batal DKI-1, PDIP Dinilai Ambil Keputusan Tepat

pdip-jatim-wali-kota-risma

pdip-jatim-wali-kota-rismaSURABAYA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akhirnya memutuskan mencalonkan pasangan Ahok-Djarot pada Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017, Selasa, 20 September 2016. Artinya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap melanjutkan masa kepemimpinannya di Surabaya.

Risma sempat digadang-gadang diusung dalam bursa pilkada Jakarta untuk melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, gubernur yang sekarang, karena elektabilitasnya yang meroket.

Pengamat politik menilai keputusan partai banteng tersebut tepat. Sebab, Risma bisa segera berfokus pada tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya.

Kris Nugroho, dosen pengajar jurusan ilmu politik Universitas Airlangga berpendapat bahwa tindakan PDIP yang merelakan Risma menetap di Kota Pahlawan sudah benar.

Menurut dia, masa bakti Risma baru setahun sejak pelantikannya untuk kedua kali menjabat orang nomor satu Surabaya. Janji-janji politiknya belum banyak terealisasi, misalnya tentang pembenahan transportasi publik dan jalan-jalan di Surabaya.

“Tugas di Surabaya lebih penting untuk diselesaikan. Apalagi masih setahun,” tutur Kris saat ditemui di ruangannya pada Rabu, 21 September 2016.

Kris memaklumi aksi diam Risma yang tidak banyak berkomentar mengenai rencana PDIP memboyongnya ke Jakarta. Tindakan ini, kata dia, sudah tepat. “Tidak memberi janji. Kalau janji, tapi malah batal dipilih, bisa jadi kesalahan besar,” ujarnya.

Suko Widodo, dosen ilmu komunikasi Universitas Airlangga, yang juga peneliti komunikasi politik pada Pusat Kajian Komunikasi Surabaya (Puskakom), juga mengungkapkan hal senada. Dia menilai keputusan PDIP realistis.

Sukowi—sapaan akrabnya—mengatakan komitmen Risma mengemban amanah lima tahun di Surabaya harus digenapi. “Rakyat memilih dia untuk lima tahun,” ucapnya.

Itu sebabnya, kata Sukowi, Risma justru akan dinilai tidak etis apabila meninggalkan Surabaya saat masa kepemimpinannya belum mencapai setahun.

Disinggung mengenai kemungkinan Risma maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur, Sukowi justru tidak berkomentar banyak. Menurut dia, kemungkinan itu mungkin saja terjadi mengingat catatan keberhasilan Risma selama memimpin Surabaya.

Namun, Sukowi melanjutkan, selalu ada kemungkinan lain yang bisa terjadi. “Pilgub sama pilwali itu kan beda. Bisa saja sebelumnya banyak dukungan, tapi tidak begitu di lainnya,” katanya. (tempo)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Rumah Ngatemin Jadi RTLH ke-12 yang Dibedah PDIP Kota Batu, Wujud Nyata Ajaran Bung Karno

Rumah Ngatemin, warga Dusun Junggo, Kota Batu, menjadi rumah ke-12 yang dibedah DPC PDI Perjuangan Kota Batu sejak ...
SEMENTARA ITU...

Kwarcab Pramuka Surabaya Desak Pemkot Bangun Bumi Perkemahan, Dinilai Mendesak untuk Pendidikan Karakter

Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya mendesak Pemkot Surabaya segera merealisasikan pembangunan Bumi Perkemahan. ...
RUANG MERAH

Revolusi Keolahragaan dalam Imaji Bung Karno

Oleh: Eri Irawan PUBLIK Indonesia selama ini lebih banyak mengenal Soekarno sebagai pemimpin politik yang sanggup ...
KABAR CABANG

Irigasi Sepanjang 2 Kilometer di Desa Waruwetan Diuruk Perusahaan, Pemdes Lapor DPRD Lamongan

LAMONGAN – Pemerintah Desa Waruwetan Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan bersama warga dan elemen masyarakat mengadu ...
KABAR CABANG

Haul Bung Karno di Bangkalan: Warisi Apinya, Jangan Abunya

BANGKALAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan menggelar peringatan Haul ke-56 Bung Karno dengan doa bersama ...
LEGISLATIF

Usul MBG Berbasis Sekolah, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Nilai Lebih Aman dan Mudah Diawasi

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengusulkan program Makan Bergizi Gratis dijalankan dengan ...