BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan bahwa zakat harus ditempatkan sebagai kekuatan ekonomi umat, bukan sekadar kewajiban ibadah individual. Optimalisasi zakat dinilai mampu menjadi instrumen nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Rijanto saat membuka Program Gerai Z-Iftihar Ramadhan 1447 H yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blitar di Masjid Al Fataa, Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen kebijakan sosial-ekonomi apabila dikelola secara produktif dan profesional. “Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga instrumen kebijakan sosial yang mampu memperkecil kesenjangan dan memperkuat ekonomi masyarakat bawah,” tegasnya.
Melalui Gerai Z-Iftihar Ramadhan, Baznas menghadirkan bazar kuliner serta produk UMKM binaan sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkuat jejaring usaha pelaku ekonomi kecil.
Rijanto menilai sektor UMKM selama ini terbukti menjadi penyangga utama ekonomi daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Blitar menjadikan penguatan UMKM sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi kerakyatan.

“Kita ingin UMKM naik kelas. Pemerintah daerah hadir memberikan ruang dan keberpihakan nyata agar pelaku usaha kecil bisa berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Baznas Kabupaten Blitar agar manfaatnya dapat dikelola secara terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, zakat yang dikelola secara produktif tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi mampu mendorong masyarakat menjadi mandiri secara ekonomi.
“Targetnya bukan sekadar membantu, tetapi memberdayakan. Dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi,” imbuhnya.
Melalui program ini, Pemkab Blitar berupaya memadukan nilai religius Ramadan dengan strategi penguatan ekonomi kerakyatan, menjadikan zakat sebagai motor pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










