Minggu
31 Mei 2026 | 11 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rieke “Oneng”, Puisi, dan Politik Transaksional

Rieke Dyah Pitaloka 050414

Rieke Dyah Pitaloka 050414RIEKE Diah Pitaloka, semula sohor sebagai artis. Dia tenar antara lain lewat peran Oneng di sebuah serial televisi. Saat mulai mencuat sebagai politisi perempuan yang cergas, stigma “sekadar artis” tak terhindarkan.

Kiprah perempuan kelahiran 9 Januari 1974 ini yang kemudian menepis stigma tersebut tanpa harus banyak berbantahan. Semakin hari, sosok Rieke lekat dengan isu ketenagakerjaan, dari buruh lokal sampai tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Di dalamnya, tercakup isu soal anak dan perempuan. Intinya, kesejahteraan kaum marjinal dan seluruh rakyat.

Rieke seolah menemukan rumah ketika bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjelang Pemilu 2009. Sebelumnya, dia berkiprah di Partai Kebangkitan Bangsa. Di partainya sekarang, pergerakan dan kerja politik Rieke mendapatkan tempat yang terlihat pas.

Lewat PDI-P, perempuan berlatar sarjana sastra Belanda dan master filsafat ini bahkan pada 2013 menjadi penantang tangguh dalam Pemilu Kepala Daerah Jawa Barat. Meski demikian, walau stigma “sekadar artis” juga sudah tak lagi bergaung untuk sosoknya, anggota Komisi IX DPR ini tetap saja punya darah seni.

Sepenggal puisi Rieke, Kompas.com dapatkan pada Selasa (4/3/2014). Bukan soal gemerlap glamornya dunia keartisan, tentu saja. Ini kritik, sekaligus kerja dan cita politik yang dia gambarkan dalam rangkaian kata-kata menurut naluri seninya.

Tak berjudul, berikut ini larik-larik gubahan puisi Rieke tersebut:

“…
Mereka mendatangi rakyat dengan janji tentang surga.
‘Bergabunglah dengan kami! Maka, pintu surga akan terbuka lebar untuk kalian, dan 40 bidadari jadi teman sepanjang sisa fana.’

Sampaikan pada mereka, kawan

Jika aku mati, tak ada mimpiku tentang surga. Bukanlah mimpiku mati masuk surga sementara rakyatku hidup dalam kemiskinan.

Katakan pada mereka, kawan

Hidup dan matiku untuk rakyat pekerja.
Jika ada hidup setelah mati maka aku akan tulis surat pada Tuhanku:

‘Ya Khalik, akhiri penindasan pada rakyatku. Berikan kekuatanMu agar rakyat pekerja tak hilang asa. Tiupkan keberanianMu agar rakyat pekerja jadi manusia bernyali. Bisikkan kebenaranMu agar terpampang lempang jalan kebenaran yang harus diperjuangkan agar jadi benar. Kuatkan, tegarkan, keraskan bagai batu kehendak jadi manusia merdeka!’

Teriakkan pada mereka, kawan

Aku tak inginkan surga, jika rakyatku tetap hidup dalam neraka kemiskinan

Aku jadi teringat cerita detik-detik ajal Rasulullah. Sungai kepedihan mengalir dari pipi anak gadis terkasih. Jelang sakaratul maut menjemput, terngiang kisah yang dituturkan tetua. Lelaki tangguh itu berbisik di telinga Ali, “ummati,ummati,ummati….
Rakyatku,rakyatku,rakyatku..’

Itulah jalan yang aku pilih bersamamu, kawan

…”

Dalam perbincangan kemudian, Rieke mengaku lelah kadang tetap saja terasa, apalagi ketika harus berhadapan dengan fakta politik transaksional. “Kampanye lagi, meyakinkan rakyat agar tak ikut politik transaksional. (Tapi) tetap saja masih bisa kalah dengan politisi transaksional yang kaya materi tapi miskin konsep dan cita-cita politik,” ujar dia.

Rieke pun mengaku miris bila di lapangan berhadapan dengan sebagian rakyat yang berharap setiap kali politisi datang akan membawa sekadar buah tangan dan amplop berisi sejumlah uang.

“Atau barangkali (memang sebagian) rakyat terlalu miskin hingga tak berpikir uang yang digunakan (dalam politik) transaksional bisa jadi uang hasil korupsi, uang rakyat juga,” kata Rieke, setelah sejenak jeda. Ya, kerja memang belum usai, kawan. Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

PDI Perjuangan Ponorogo Target Pertahankan Kemenangan dan Tambah Kursi di Pemilu 2029

PONOROGO – Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono, menegaskan pentingnya ...
EKSEKUTIF

Rijanto Akui Infrastruktur Jalan Jadi Pekerjaan Rumah Besar Pemkab Blitar

Bupati Blitar Rijanto mengakui perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemkab Blitar. ...
KRONIK

Tari Bujang Ganong Buka Pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Ponorogo

PONOROGO – Tari Bujang Ganong tampil memukau sebagai pembuka dalam acara pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI ...
KRONIK

Harga Bahan Pangan Naik, Wiwin Sumrambah Sebut Faktor Global hingga Cuaca Ekstrem

JOMBANG – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan di Jawa Timur menjadi sorotan DPRD Jawa Timur.Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Deni Wicaksono Minta Kader PDIP Aktif di Medsos, Pertarungan Politik Terjadi di Dunia Maya

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, meminta seluruh kader Partai untuk aktif ...
KRONIK

Deni: PDI Perjuangan Memberi Anak Muda Ruang dan Tanggung Jawab Berjuang Bersama

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan kader PDI Perjuangan untuk tidak ...