oleh

Reses DPRD Jatim, Warga Sidoharjo Usul Pengembangan Budidaya Maggot BSF

MOJOKERTO – Warga Desa Sidoharjo Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto ingin mengembangkan budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly) dan bekicot yang sudah berjalan selama ini.

Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah, sehingga cita-cita menjadikan Desa Sidoharjo sebagai pusat budidaya maggot BSF cepat terwujud.

Baca juga: Upaya Hanum Menjadikan Sidoharjo jadi Pusat Budidaya Maggot BSF di Kabupaten Mojokerto

“Aspirasi warga itu sudah disampaikan kepada Mas Nug (SW Nugroho, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur), saat menggelar reses di desa kami beberapa hari lalu,” ungkap H Rif’an Hanum, Kepala Desa Sidoharjo, kemarin.

Sudah hampir tiga bulan ini, terang Hanum, pihaknya bersama beberapa warga membudidayakan maggot BSF yang memanfaatkan lahan kosong di pekarangan Posyandu di desanya.

Dia bersyukur, warganya mendukung budidaya belatung atau larva dari lalat BSF tersebut. Pasalnya, warga akhirnya tahu bahwa maggot BSF tidak seperti belatung-belatung yang biasanya ada di persampahan atau di bangkai binatang, yang menjadi medium penyakit.

Apalagi, maggot yang dalam proses siklus pertumbuhannya membutuhkan sampah organik dari limbah rumahan, seperti sayuran sisa, buah, sisa makanan atau yang lainnya dari jenis sampah organik itu, ternyata memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Satu-satunya yang atas nama Lembaga Desa mempunyai pengelolaan sampah organik dengan membudidayakan maggot BSF dan bekicot adalah Desa Sidoharjo. Untuk kali pertama, kami bangun dengan sistem patungan dan gotong royong. Ke depan, kami mohon agar bisa difasilitasi bantuan ke Pemprov Jatim melalui serap aspirasi yang digelar Mas Nug,” beber Hanum.

Sementara itu, saat acara serap aspirasi, SW Nugroho mengaku sangat kaget, terharu dan bangga melihat sambutan warga Desa Sidoharjo.

Menurutnya, selama dua periode menjadi anggota DPRD Jawa Timur, dia mengaku belum pernah ada sambut yang sangat antusias dari warga yang hadir.

“Antusiasme warga sangat tinggi. Dari mulai awal sampai akhir, acara dikemas begitu apik, sangat bermakna bagi perjalanan perjuangan saya kedepan,” ucapnya.

Saat reses, dirinya menerima banyak masukan dan aspirasi dari masyarakat Desa Sidoharjo. Selain soal budidaya maggot BSF dan bekicot, ada juga usulan pembuatan makam bagi dusun yang belum memiliki makam umum, dan usulan pengerukan saluran air irigasi.

“Usulan ini akan kami bawa ke provinsi maupun pusat,” ujar legislator yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini. (goek)