oleh

Reses, Adi Sutarwijono Angkat Keteladanan Kaum Perempuan

-Legislatif-74 kali dibaca

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono terus mendorong perluasan peran kaum perempuan di berbagai bidang di masyarakat.

Itu dia sampaikan saat penjaringan aspirasi masyarakat atau reses di kalangan para bunda PAUD dan Kader Surabaya Hebat, di kawasan Mulyorejo, Jumat (13/5/2022) malam.

“Peran kaum perempuan terus diperluas dan memainkan peran penting di Kota Surabaya, dan di tanah air. Di semua bidang atau lini kehidupan, di semua tingkatan, semakin strategis peran sosial politik dan ekonomi perempuan. Dan, itu harus dikuatkan,” kata Adi.

Legislator yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini memberikan contoh, di DPRD Kota Surabaya, kaum perempuan terus menduduki posisi strategis. Sejumlah politisi andal, menduduki pimpinan alat kelengkapan.

“Tiga dari empat ketua komisi, dipegang oleh politisi perempuan. Sedang di level pimpinan DPRD, dua dari empat diemban perempuan,” bebernya.

Menurut politisi yang lekat dengan sapaan Awi ini, mereka gigih memperjuangkan kepentingan masyarakat, terutama kepentingan para ibu dan anak-anak.

“Seperti penguatan pendidikan gratis yang berkualitas di Kota Surabaya, untuk jenjang SD dan SMP negeri. Kebijakan pemberian seragam gratis bagi siswa yang tidak mampu atau MBR,” sebutnya.

Begitu pula kebijakan permakanan, pemberian makanan tambahan atau PMT bagi lansia dan balita, kepemudaan, kesehatan, dan sebagainya.

“Para anggota dewan yang perempuan adalah pejuang-pejuang gigih sejauh untuk kepentingan masyarakat,” jelas dia.

Di Surabaya, kata Awi, kaum perempuan mendapat teladan yang sangat baik dari peran Bu Risma atau Tri Rismaharini.

Sejak menjadi walikota perempuan Surabaya yang pertama kali hingga mendapatkan penugasan menjadi Menteri Sosial RI.

“Ibu Risma telah berhasil memimpin Kota Pahlawan, sebagai walikota perempuan yang pertama yang menjabat wali kota di Surabaya, dan banyak menghasilkan kemajuan, kesejahteraan, kebijakan-kebijakan pro-rakyat,” ujar Adi.

Dia juga menyinggung tentang pemberlakuan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), yang disahkan dalam rapat paripurna DPR RI di bawah kepemimpinan Ketua DPR RI Puan Maharani.

“Ibu Puan Maharani adalah perempuan pertama di republik ini yang menjabat Ketua DPR RI,” terang mantan wartawan ini.

Juga, baru saja Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, mendapatkan penghargaan Profesor Kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA), Korea Selatan, Rabu 11 Mei 2022.

“Tentu ini membanggakan bagi bangsa Indonesia dan inspiratif, terutama kaum perempuan. Karena penghargaan itu merupakan pengajuan dunia internasional terhadap kiprah Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau juga menjadi utusan perdamaian untuk Semenanjung Korea,” tutupnya. (goek)