oleh

Renny Siap Bantu Turunkan Kasus Stunting di Kediri Raya

-Legislatif-52 kali dibaca

KEDIRI – Kabupaten dan Kota Kediri menjadi sorotan dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur. Sebab, dua daerah ini masuk 5 besar di Jawa Timur dalam kasus stunting, atau masalah kekurangan gizi, khususnya pada anak-anak.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana mengatakan, kasus stunting di Kabupaten Kediri mencapai 20 persen. Sedang di Kota Kediri 22,89 persen.

“Kediri menjadi prioritas saya karena urutan nomer 5 di Jawa Timur.  Mari pak kades kita berupaya untuk mengatasi stunting di Kabupaten Kediri sehingga target di 2021, setidaknya kita sama dengan target di Jawa Timur 12 persen,” kata Renny.

Hal itu dia sampaikan di depan para kepala desa yang menghadiri Focus Group Discussion dengan tema Memperkuat Kebijakan Penanggulangan Stunting  di Provinsi Jawa Timur. FGD digelar di Hotel Grand Surya, Jumat (11/6/2021) malam.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini memotivasi para kades, para kasun serta seluruh elemen masyarakat agar mau membantu tugas dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana  dalam menanggulangi stunting.  Menurutnya bupati yang menjabat saat ini sangat peduli dengan warganya.

“Sekarang Ibu Bupati langsung jemput bola, turun bersama bupati untuk mengurangi jumlah penderita stunting. Dan saya pun siap bersama-sama panjenengan sedoyo untuk mengurangi stunting di wilayah Kabupaten Kediri. Ini merupakan bagian dari tugas kita bersama,” ujarnya.

Dia memberi contoh di Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, jumlah warga penderita stunting di sana dapat ditekan.

Sehingga perangkat desa setempat mendapatkan penghargaan dari Bupati Kediri. Karena itu dia berharap desa lainya dapat mencontohnya.

Renny menambahkan, stunting sebenarnya bisa dihindari apabila asupan pemenuhan gizi dan nutrisi bagi ibu hamil mau pun pra hamil dapat terpenuhi secara benar.

“Bilamana asupan gizi tidak dapat dijaga dengan baik, bisa berdampak buruk pada kondisi kesehatan si bayi, sehingga perkembangannya pun tidak normal,” terangnya.

Sebagai anggota dewan yang membidangi kesejahteraan rakyat, ibu satu anak ini mengimbau masyarakat agar tak segan untuk melapor kepada dirinya apabila ditemukan ada salah satu warganya yang terkena stunting. Dengan begitu ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu.

Dalam FGD, Renny didampingi anggota Komisi E Hari Putri Lestari, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur Dr Andriyanto, serta tenaga ahli Komisi E dokter Saleh.

Upaya konkret yang dilakukan Komisi E DPRD Jatim dalam penanggulangan stunting, imbuh Renny, antara lain melaksanakan penyediaan makanan tambahan bagi ibu hamil, penyediaan makanan tambahan balita kurus, melakukan pendampingan bagi ibu hamil,  serta konseling dari pintu ke pintu  bagi keluarga rawan kesehatan. (putera/pr)