JEMBER – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember Edi Cahyo Purnomo (ECP) mengatakan, Bandara Notohadinegoro belum siap direaktivasi. Pasalnya hospitality bandara menandakan belum siap untuk beroperasi kembali.
“Fasilitas di bandara Jember ini perlu secepatnya dilengkapi. Fasilitas ruang tunggu kemarin saya lihat di sana sangat kurang. Dan pemerintah dalam hal ini harus segera menganggarkan, karena dengan beroperasinya bandara akan mampu menopang PAD (pendapatan asli daerah),” jelas Edi Cahyo Purnomo via saluran telepon, Selasa (29/4/2025).
Dengan beroperasinya bandara, lanjut Edi, perputaran ekonomi di Kabupaten Jember akan sangat dirasakan dampaknya utamanya pada sektor pariwisata.
Tapi sayangnya sampai saat ini pihak eksekutif belum terlihat tanda-tanda keseriusannya membahas kebutuhan anggaran untuk reaktivasi bandara.

Apalagi, masih kata Edi, penggunaan anggaran APBD saat ini mewajibkan efisiensi. Sehingga jika reaktivasi bandara ingin segera diwujudkan, dia menyarankan agar pihak eksekutif serius dalam membahas anggarannya.
“Kemarin mobil-mobil dinas saja terkena efisiensi, apakah memungkinkan? Sementara sampai saat ini belum ada penyelarasan anggaran. Kalau DPRD siap kapan pun diajak membahas anggaran, tinggal bagaimana pemerintah,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait saat pencalonan dulu salah satu andalannya adalah mengaktifkan Bandara Notohadinegoro Jember.
“Bandara harus ada, jangan sampai mati seperti sekarang. Era Pak Djalal dan Bu Faida, bandaranya hidup, sekarang mati,” ungkap Fawait usai debat publik pertama di Hall New Sari Utama, Sabtu (26/10/2024) lalu. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










