Senin
03 Agustus 2026 | 5 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rencana Penghapusan Klasifikasi Beras Dinilai Rawan Timbulkan Masalah

pdip-jatim-260422-wiwin

JOMBANG – Rencana pemerintah untuk menghapus klasifikasi beras medium dan premium menuai sorotan dari kalangan legislatif. Salah satunya datang dari Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, yang menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama bagi konsumen dan petani.

Kebijakan yang akan menerapkan skema beras satu harga ini diklaim bertujuan menghapus praktik beras oplosan dan menyederhanakan struktur harga beras di pasaran.

Nantinya, tidak ada lagi pembagian antara beras medium dan premium, melainkan hanya diberlakukan satu jenis harga maksimum untuk beras konsumsi umum, selain kategori beras khusus.

Namun, Wiwin mengingatkan bahwa kebijakan ini tidak bisa diterapkan secara terburu-buru. Menurutnya, pemberlakukan kebijakan ini tentu akan rawan penipuan.

“Terutama soal standar kualitas pangan. Ini jelas akan merugikan konsumen,” Wiwin, Kamis (31/7/2025).

Wiwin menilai penghapusan klasifikasi justru bisa memicu manipulasi mutu beras di tingkat distribusi. Ketika konsumen tak lagi bisa membedakan kualitas berdasarkan label premium atau medium, maka risiko ketidakjujuran dalam rantai pasok menjadi lebih besar.

Selain itu, ia menyoroti dampak kebijakan ini terhadap pelaku usaha kecil dan petani lokal. “Pemerintah harusnya punya komitmen untuk mengangkat produk dalam negeri dan mendukung UKM. Tapi kalau begini caranya, justru petani yang akan dirugikan,” terangnya.

Wiwin mendesak pemerintah agar tidak gegabah dan tetap mengedepankan perlindungan konsumen jika ingin melanjutkan rencana ini. Menurutnya, penyusunan regulasi yang komprehensif menjadi syarat mutlak sebelum kebijakan tersebut dijalankan.

“Yang penting, pemerintah harus bijak dalam melihat suatu permasalahan. Kalau terlalu gampang tergiring opini tanpa mencari akar masalahnya, bisa-bisa kebijakan yang keluar justru gegabah. Pangkal persoalannya yang harus kita temukan terlebih dahulu,” tandas politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diketahui, skema baru yang diusulkan pemerintah akan menetapkan harga maksimum tunggal sebagai acuan, yang diambil dari rata-rata antara harga medium dan premium saat ini.

Pemerintah meyakini, pendekatan ini akan membuat harga beras lebih murah dan stabil, serta menekan celah praktik pengoplosan beras yang selama ini merugikan konsumen. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

HUT ke-11 Asosiasi BPD, Erma Harap Semakin Solid dan Inspiratif

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengucapkan selamat HUT ke-11 ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Temui Sopir Angkot Malang, Dewanti Dorong Dialog Cari Solusi Trans Jatim Koridor II

DPRD Jatim akan menemui sopir angkot Malang Raya yang menolak Trans Jatim Koridor II. Dewanti Rumpoko mendorong ...
LEGISLATIF

Anton Kusumo Minta Penilaian Desil Bansos Berdasarkan Kondisi Ekonomi Riil Keluarga

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Anton Kusumo, meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme ...
SEMENTARA ITU...

Fatatoh Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Budaya Politik Berbasis Integritas

Anggota DPRD Kabupaten Blitar Fatatoh Hironi Ulya mengajak Pemuda Muhammadiyah membangun budaya politik yang ...
LEGISLATIF

Andy Firasadi Minta Langkah Luar Biasa Putus Peredaran Narkoba di Jawa Timur

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Andy Firasadi, mendesak pemerintah bersama aparat penegak hukum ...
KRONIK

Bupati Lukman Sambut Gembira Peluncuran STAIM Bangkalan, Momentum Tingkatkan IPM

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, meresmikan peluncuran Sekolah Tinggi Agama Islam Al Muhsiny (STAIM) di ...