Kamis
11 Juni 2026 | 10 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rencana Penghapusan Klasifikasi Beras Dinilai Rawan Timbulkan Masalah

pdip-jatim-260422-wiwin

JOMBANG – Rencana pemerintah untuk menghapus klasifikasi beras medium dan premium menuai sorotan dari kalangan legislatif. Salah satunya datang dari Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, yang menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama bagi konsumen dan petani.

Kebijakan yang akan menerapkan skema beras satu harga ini diklaim bertujuan menghapus praktik beras oplosan dan menyederhanakan struktur harga beras di pasaran.

Nantinya, tidak ada lagi pembagian antara beras medium dan premium, melainkan hanya diberlakukan satu jenis harga maksimum untuk beras konsumsi umum, selain kategori beras khusus.

Namun, Wiwin mengingatkan bahwa kebijakan ini tidak bisa diterapkan secara terburu-buru. Menurutnya, pemberlakukan kebijakan ini tentu akan rawan penipuan.

“Terutama soal standar kualitas pangan. Ini jelas akan merugikan konsumen,” Wiwin, Kamis (31/7/2025).

Wiwin menilai penghapusan klasifikasi justru bisa memicu manipulasi mutu beras di tingkat distribusi. Ketika konsumen tak lagi bisa membedakan kualitas berdasarkan label premium atau medium, maka risiko ketidakjujuran dalam rantai pasok menjadi lebih besar.

Selain itu, ia menyoroti dampak kebijakan ini terhadap pelaku usaha kecil dan petani lokal. “Pemerintah harusnya punya komitmen untuk mengangkat produk dalam negeri dan mendukung UKM. Tapi kalau begini caranya, justru petani yang akan dirugikan,” terangnya.

Wiwin mendesak pemerintah agar tidak gegabah dan tetap mengedepankan perlindungan konsumen jika ingin melanjutkan rencana ini. Menurutnya, penyusunan regulasi yang komprehensif menjadi syarat mutlak sebelum kebijakan tersebut dijalankan.

“Yang penting, pemerintah harus bijak dalam melihat suatu permasalahan. Kalau terlalu gampang tergiring opini tanpa mencari akar masalahnya, bisa-bisa kebijakan yang keluar justru gegabah. Pangkal persoalannya yang harus kita temukan terlebih dahulu,” tandas politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diketahui, skema baru yang diusulkan pemerintah akan menetapkan harga maksimum tunggal sebagai acuan, yang diambil dari rata-rata antara harga medium dan premium saat ini.

Pemerintah meyakini, pendekatan ini akan membuat harga beras lebih murah dan stabil, serta menekan celah praktik pengoplosan beras yang selama ini merugikan konsumen. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...
SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...