Kamis
14 Mei 2026 | 6 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ratusan Siswa Diduga Keracunan Massal MBG, Fuad Benardi Minta Evaluasi Total Tata Kelola SPPG

pdip jatim 251122 fuad benardi

Fuad Benardi mendesak evaluasi total program MBG usai dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Surabaya.

SURABAYA — Anggota DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menyoroti serius insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sekitar 200 siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Fuad, kejadian tersebut menjadi catatan serius sekaligus preseden buruk dalam pelaksanaan program nasional yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak.

“Ini merupakan preseden buruk bagi program MBG. Ke depan harus ada perbaikan tata kelola untuk memastikan bahan yang dimasak benar-benar sesuai standar dan higienis,” ujar Fuad, Senin (11/5/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu meminta evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya terkait standar kebersihan, pengawasan bahan baku, hingga proses distribusi makanan.

Ia menilai niat baik program pemerintah untuk membantu pemenuhan gizi anak dan meringankan beban ekonomi keluarga tidak boleh berujung menimbulkan persoalan kesehatan.

Suasana di sejumlah fasilitas kesehatan kawasan Surabaya Barat sendiri sempat ramai setelah para siswa berdatangan dengan keluhan serupa. Sebagian siswa tampak lemas dan harus mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan data sementara, sekitar 200 siswa dari 12 sekolah di wilayah Tembok Dukuh terdampak insiden tersebut. Mereka dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga muntah berulang setelah menyantap makanan program MBG.

Awalnya para siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Tembok Dukuh. Namun karena jumlah korban terus bertambah, sebagian besar kemudian dirujuk ke RS Ibu dan Anak IBI Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Fuad meminta seluruh pihak tetap tenang sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya.

Menurutnya, hasil uji laboratorium penting untuk memastikan penyebab utama insiden sekaligus menjadi dasar evaluasi program ke depan.

“Kami menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab aslinya dan menentukan langkah perbaikan apa yang harus dilakukan oleh SPPG ke depan,” katanya.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan investigasi terhadap sampel makanan untuk menelusuri kemungkinan titik lemah dalam rantai distribusi maupun proses pengolahan menu MBG. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...
KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...