Kamis
30 April 2026 | 10 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Raih Adiwiyata Terbanyak, Pemkot Surabaya Gencarkan Edukasi Peduli Lingkungan Sejak Dini

pdip jatim 251213 ec

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil meraih penghargaan Adiwiyata di tahun 2025. Prestasi membanggakan tersebut turut menjadikan Kota Surabaya menjadi penerima penghargaan terbanyak se-Indonesia.

Penghargaan Adiwiyata ialah program yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup kepada sekolah yang berhasil menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

“Alhamdulillah, dengan doa bersama, ini juga ada rasa syukur kita, karena kemarin kita mendapatkan Adiwiyata, 30 sekolah, 8 mandiri, 22 nasional dan itu yang terbanyak ya, terbesar yang ada di Indonesia,” ucap Eri Cahyadi usai doa bersama dan silahturahmi guru lintas agama di kantor Dinas Pendidikan Surabaya, Jumat (12/12/2025).

Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga nantinya akan mempersiapkan seluruh sekolah yang ada di Kota Surabaya untuk mampu melakukan hal yang sama seperti 30 sekolah yang berhasil meraih Adiwiyata. Sehingga pendidikan terkait menjaga kebersihan dapat ditanamkan sejak dini.

“Memilah sampah itu adalah kebersihan. Kebersihan itu adalah sebagian daripada iman, karena itu saya minta Kepala Dinas Pendidikan dengan bersyukur itu, maka siapkan di tahun 2026 semua sekolah SD, SMP, TK itu bisa mendapatkan Adiwiyata ya,” ujarnya.

“Makanya kita mulai siapkan anak-anak kita yang masih bersih ini, yang masih punya hati yang belum ternodai, belum mengenal yang jelek-jelek. Kita ajarkan agar memilah sampah mulai sejak awal dari sekolah,” imbuhnya.

Harapannya dengan memberikan edukasi pentingnya menjaga kebersihan dan memilah sampah sejak dini, dapat membentuk karakter generasi muda di Kota Surabaya. Sehingga permasalahan sampah yang menumpuk di sungai dapat diminimalisir di masa mendatang.

“Dengan harapan kami nanti Adiwiyata ini bukan penghargaannya, tapi karakternya dia menjaga kebersihan itu yang penting. Kalau kita siapkan nanti anak-anak yang SD SMP ini, kita lihat ketika anak-anak ini ketika dewasa nanti, ada nggak yang buang kasur di sungai, ada nggak yang buang sampah di saluran. Nah ini berarti kan sudah terbentuk karakternya,” ungkapnya.

“Saya nitip kepada para guru yang luar biasa, semoga Adiwiyata ini memberikan semangat untuk terus menjaga kebersihan karena kebersihan sebagai daripada iman,” tambahnya.

Nantinya berbagai fasilitas penunjang seperti tong sampah ataupun yang lainnya akan disediakan oleh Pemkot Surabaya. Sehingga edukasi mengenai menjaga kebersihan serta menjaga lingkungan dapat dimaksimalkan sejak usia dini.

“Insya Allah begitu (memiliki tong sampah), nanti tahun 2026, kami akan bergerak bersama, karena kita mengajarkan ini bukan untuk Adiwiyata ya, tapi untuk menjaga kebersihan kota ini, kapan kota ini berubah kalau tidak dimulai dari sekarang, dari anak-anak kita,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Indah Kurnia Dorong Gaya Hidup Sehat, Ingatkan Bahaya Penyakit Tidak Menular

Indah Kurnia dorong gaya hidup sehat dan ingatkan bahaya penyakit tidak menular melalui edukasi Germas dan kontrol ...
KRONIK

PDIP Turun ke Buruh Rokok Malang, Deni Tegaskan Partai Harus di Barisan Terdepan Bela Pekerja

PDIP turun langsung ke buruh rokok Malang jelang May Day 2026. Deni Wicaksono tegaskan partai di barisan terdepan ...
KRONIK

KBS Berhasil Kembangbiakkan Komodo, Eri Cahyadi: Bisa Menaikkan Animo Masyarakat

SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Kebun Binatang Surabaya (KBS) ...
UMKM

UMKM Keripik di Ngawi “Tercekik” Kenaikan Harga Kedelai, Migor dan Plastik

NGAWI – Geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik tempe di Kabupaten Ngawi tengah diuji oleh lonjakan ...
SEMENTARA ITU...

Ratusan Guru di Nganjuk Dibekali Ilmu Jurnalistik dan Cara Bikin Konten untuk Promosikan Pendidikan

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Diklat Jurnalistik ...
SEMENTARA ITU...

Dari Jual Bubur ke Tanah Suci: Kisah Mbah Marsiyah, CJH Tertua yang Dapat Kursi Roda dari Mas Dhito

Kisah Mbah Marsiyah (105), CJH tertua Indonesia asal Kediri, yang menabung dari jual bubur hingga berangkat haji ...