Selasa
27 Oktober 2026 | 3 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Untari Imbau Warga Tunda Mudik

pdip-jatim-untari-sebelum-yudisium-doktor

MALANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Dr Sri Untari Bisowarno mengimbau masyarakat untuk tidak mudik selama pandemi virus Corona (Covid-19).

Menurutnya, tidak mudik atau menunda mudik akan mengurangi risiko penyebaran virus Corona dari satu orang ke orang lain, dan dari satu kota ke kota lain.

“Tidak bisa kita pungkiri, mudik sudah jadi tradisi masyarakat kita, apalagi di bulan Ramadan atau Lebaran. Tapi karena kondisinya masih terjadi wabah covid-19, saya kira lebih baik kalau kita menunda atau stop mudik dulu,” kata Untari, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Dampak Pandemi Corona, Dekopin Usul Pembebasan Pajak bagi Koperasi

Politisi asal Kota Malang ini menambahkan, dengan stop mudik atau menunda mudik di tengah pandemi, di samping membantu pemerintah dalam upaya menangkal Covid-19, juga dapat melindungi diri dan keluarga dari virus yang telah mewabah secara global ini.

Menurutnya, dengan tetap di rumah masing-masing, maka mata-rantai penyebaran virus Corona akan terputus dengan sendirinya.

“Sekali lagi, saya mengimbau pada saudara-saudaraku untuk tidak mudik, atau menunda mudiknya sampai wabah Covid-19 mereda. Kita tahu, bertemu keluarga itu satu kebahagiaan. Tapi saya yakin, saudara-saudaraku sepakat, melindungi keluarga dari kemungkinan terserang virus Corona juga merupakan kebahagiaan,” pesan Untari.

Perempuan yang juga menjabat Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini pun mengimbau aparat desa atau kelurahan untuk membentuk Tim Siaga Covid-19. Tim ini, jelas Untari, bertugas untuk mengantisipasi orang-orang yang terpaksa mudik.

“Jika terpaksa mudik, maka kita harus tanggap-siaga. Desa atau kelurahan harus punya tim tanggap-siaga. Jika memang ada yang terpaksa mudik, tim ini harus memastikan orang itu mudik melalui protokol kesehatan pemerintah. Tim ini harus memeriksa orang yang baru mudik, mengisolasinya,” beber Untari.

Perlunya tim tanggap-siaga Covid-19 di desa ini, lanjut Untari, selain menangkal penyebaran virus Corona, juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat.

“Tim tanggap-siaga Covid-19 di desa atau kelurahan ini juga akan memastikan rasa aman masyarakat. Jika tim sudah bergerak cepat memeriksa orang yang baru datang ke desa sesuai protokol kesehatan pemerintah, masyarakat akan merasa aman. Masyarakat tidak akan panik,” tandas Untari. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...