Ribuan warga memadati Alun-Alun Kanigoro dalam peringatan Bulan Bung Karno yang menghadirkan wayang kulit, macapat, dan seni tradisi. Hasto Kristiyanto menilai budaya menjadi sarana efektif untuk membumikan nilai Pancasila dan pemikiran Bung Karno di tengah masyarakat.
BLITAR – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai Kabupaten Blitar berhasil menghadirkan peringatan Bulan Bung Karno dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pak Bupati menyampaikan kepada saya bahwa Kabupaten Blitar membangun jati dirinya dengan ide, pemikiran, dan gagasan Bung Karno. Karena itu peringatan Bulan Bung Karno berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Hasto, saat menghadiri pagelaran wayang kulit di Pendopo Kabupaten Blitar, Senin (15/6/2026) malam.
Pagelaran dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno itu dipadati ribuan warga. Selain wayang kulit, juga digelar macapat, hingga berbagai seni tradisi rakyat.
Melalui jalur kebudayaan tersebut, nilai-nilai Pancasila dan ajaran Bung Karno kembali dibumikan di tengah masyarakat.
Baca juga: Hasto Kristiyanto Ungkap 3 Pesan Moral Gatotkaca: Berani Bela Kebenaran dan Keadilan
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Lahirnya Gatotkaca itu menjadi puncak kegiatan Bulan Bung Karno yang digelar Pemerintah Kabupaten Blitar.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara hingga larut malam, menjadikan peringatan Bulan Bung Karno tidak sekadar seremoni, melainkan ruang perjumpaan antara budaya dan semangat kebangsaan.
Menurut Hasto, kebudayaan memiliki peran strategis dalam menjaga identitas bangsa sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai yang diwariskan para pendiri bangsa.
“Malam ini kita berada dalam khazanah kebudayaan Jawa. Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Bupati Blitar, Rijanto, mengatakan Bulan Bung Karno menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno melalui cara yang lebih mudah diterima masyarakat.
Menurutnya, budaya memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan kebangsaan secara alami dan menyentuh kehidupan sehari-hari warga.
“Bung Karno tidak hanya meninggalkan sejarah, tetapi juga gagasan besar tentang kebangsaan yang harus terus dirawat. Budaya adalah jembatan paling efektif untuk menyampaikan pesan kebangsaan. Ketika masyarakat menikmati wayang, macapat, dan kesenian tradisional lainnya, di situlah nilai-nilai Pancasila dan ajaran Bung Karno dapat diterima secara alami oleh rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari upaya menjaga identitas bangsa.

Karena itu, peringatan Bulan Bung Karno di Kabupaten Blitar tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga ruang-ruang kebudayaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Budaya adalah rumah besar kebangsaan. Melalui seni tradisi, masyarakat diajak memahami nilai gotong royong, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa yang menjadi bagian dari ajaran Bung Karno,” kata Guntur.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur itu menilai tantangan saat ini bukan sekadar menjaga eksistensi seni tradisi, tetapi memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap dipahami oleh generasi muda.
“Kalau budaya kita rawat, maka karakter bangsa juga ikut terjaga. Wayang, macapat, dan berbagai kesenian tradisional mengajarkan keteladanan, gotong royong, penghormatan kepada sesama, hingga kecintaan terhadap tanah air. Nilai-nilai itu sejalan dengan Pancasila dan harus terus diwariskan,” ujarnya.
Menurut Guntur, Bulan Bung Karno menjadi momentum untuk menghubungkan kembali ajaran Bung Karno dengan kehidupan masyarakat melalui pendekatan yang membumi dan mudah diterima.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Pancasila bukan hanya dihafalkan, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari. Budaya menjadi salah satu cara paling efektif untuk menjaga semangat kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat,” tandasnya.
Melalui pagelaran budaya yang melibatkan ribuan warga tersebut, Kabupaten Blitar kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang terus merawat warisan pemikiran Bung Karno dengan pendekatan kebudayaan yang hidup dan dekat dengan rakyat. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










