Senin
10 Agustus 2026 | 6 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puti: Pendidikan Karakter Harus Berbasis Pancasila

pdip-jatim-puti-posyandu1

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tentang keterkaitan antara pendidikan karakter yang ingin dibangun Kemendikbud, dengan falsafah Pancasila.

Puti pun menegaskan pendidikan karakter yang dikembangkan Kemendikbud harus berbasiskan pada nilai-nilai Pancasila.

“Bicara soal pendidikan karakter, maka kita harus bicara juga soal politik kebudayaan kita, soal falsafah Negara kita, Pancasila,” tegas Puti, dalam Rapat Kerja antara Komisi X dengan Kemendikbud di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019).

Puti mencontohkan, pendidikan karakter yang berintikan pada ajaran toleransi dan saling menghargai diantara identitas berbeda, merupakan manifestasi dari sila Ketuhanan, Kemanusiaan dan Persatuan Indonesia dalam Pancasila.

Pendidikan karakter yang menghasilkan entrepreneur unggul dengan kemampuan membuka lapangan kerja bagi anak bangsa lainnya, merupakan manifestasi dari sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Jadi, pendidikan karakter tak bisa dilepaskan dari nilai-nilai Pancasila. Dan ini harus dimulai dari PAUD sampai pendidikan tinggi,“ tutur legislator dari dapil Jawa Timu 1 (Surabaya-Sidoarjo) ini.

Sementara itu, dalam rapat kerja perdananya dengan Komisi X DPR RI, Nadiem Makarim memaparkan lima arahan Presiden Joko Widodo yang  bertajuk “Arahan Presiden untuk Menciptakan SDM Unggul” yaitu pendidikan karakter, deregulasi dan debirokratisasi, meningkatkan investasi dan inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan teknologi.

“Kita harus bisa menciptakan institusi pendidikan yang bukan hanya mencetak tenaga kerja saja, tetapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Nadiem.

Teknologi, menurutnya, akan digunakan sebagai alat penciptaan pemerataan, khususnya untuk menjadikan daerah terpencil maupun kota besar mendapatkan dukungan yang sama untuk pembelajaran.

Menurut Mendikbud, teknologi akan menghadirkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi, baik anggaran maupun waktu.

“Teknologi yang akan kita berdayakan untuk membantu pendidikan kita. Bukan menggantikan pembelajaran, karena sampai kapanpun tidak bisa pembelajaran tergantikan oleh teknologi,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Persaingan Soekarno Cup 2026 Ketat, Banteng Bali Matangkan Adaptasi dan Mental

SURABAYA – Tim Bali menunjukkan komitmen tinggi untuk merebut gelar juara Soekarno Cup 2026 dengan melakukan ...
KABAR CABANG

Ranting-Anak Ranting se-Kecamatan Bandung Terbentuk, DPC Harap Kader Muda Termotivasi Semangat Senior

TULUNGAGUNG – Struktur Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Anak Ranting (PAR) PDI Perjuangan se-Kecamatan Bandung ...
KRONIK

Terima Aspirasi Masyarakat, PDIP Jember Tegas Tolak Rencana Hutang Rp786 Miliar

JEMBER – Aksi penolakan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember meminjam Rp786 miliar melalui skema Lembaga ...
LEGISLATIF

Abdul Qodir Realisasikan Pokir 2026 untuk Bedah Rumah Warga di Malang

MALANG – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, merealisasikan anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Sisakan 4 Kecamatan, Konsolidasi Ditargetkan Tuntas Sebelum 17 Agustus

BLITAR – Konsolidasi PDI Perjuangan Kabupaten Blitar memasuki tahap akhir. Dari seluruh wilayah yang ditargetkan, ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Gelar Rakorcab, Siap Gelar Musran-Musanran Serentak

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep menggelar rapat koordinasi cabang (Rakorcab) menjelang pelaksanaan Musyawarah ...