oleh

Puti Harap Pemkab-pemkot Dorong Pelestarian Dolanan Anak-anak

SURABAYA – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bersama keponakannya, Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno sempat menjajal permainan anak-anak di sela Festival Jaga Bumi yang digelar Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), di Surabaya Minggu (29/4/2018).

Permainan ini pun masih membekas di ingatan Puti. “Kami semua sangat terkesan dengan permainan anak-anak, yang masih didapati dan dilestarikan di kota besar seperti Surabaya ini,” kata Puti, kemarin.

Turun dari panggung acara, Megawati melihat-lihat stan. Di salah satu stan berisi permainan anak-anak, terlihat anak-anak sedang asyik bermain.

Saat itu, Megawati yang juga Ketua Umum YKRI didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Puti Guntur Soekarno.

Mereka lantas menghampiri anak-anak yang sedang bermain, menyapa ramah dan gembira. Mega dan Puti pun mencoba permainan ular tangga, dalam alat peraga seluas 4×4 meter.

Megawati melemparkan dadu. Ternyata, dadu menunjukkan angka 4. Dipandu petugas, Megawati melangkah naik empat trap, meninggalkan Puti di belakang.

Kemudian, dadu dilempar lagi, keluarlah angka 5. Suasana pun menjadi riuh.

Megawati dan Puti Guntur terlihat menikmati permainan ular tangga. Kotak-kotak itu diisi pesan-pesan yang edukatif, misal, bangun pagi, santun, saya akan jujur, dan lain sebagainya.

“Saat ini sudah langka dolanan anak-anak, apalagi di perkotaan. Tapi di Surabaya, kami menemukan itu,” ujar Puti.

Masih banyak jenis dolanan atau permainan anak-anak. Ada dakon, permainan bola bekel, gobak sodor, dan sejenisnya.

“Dolanan anak-anak itu memupuk toleransi, sportivitas, persahabatan, tolong-menolong, yang bermanfaat bagi edukasi anak-anak. Mereka menjadi tidak individualistik,” jelasnya.

Dolanan anak-anak yang pernah menghidupi dunia anak-anak di masa lalu sangat berbeda dengan dunia permainan anak-anak di masa sekarang. “Sekarang anak-anak lebih suka bermain game, sendiri, tanpa peduli sekitarnya,” katanya.

Dia berharap pemkab-pemkot di Jawa Timur mendorong pelestarian dolanan anak-anak. “Di masyarakat, saya yakin banyak pewarisan masa lalu, termasuk aneka jenis dolanan anak-anak, yang mengandung nilai-nilai positif,” tambah Puti.

Sedang Megawati mengatakan, masyarakat Surabaya harus bangga memiliki Wali Kota Tri Rismaharini. Sebab, sejak dipimpin Risma, Kota Surabaya mendapat banyak predikat di antaranya sebagai kota terhijau.

“Bu Risma saat saya tugasi menjadi wali kota di Surabaya, saya minta supaya Kota Surabaya itu menjadi nyaman tidak seperti Jakarta. Begitu menjadi wali kota, semuanya dijalankan dengan baik,” ujar Megawati.

Misalnya, terang Megawati, Risma membangun hutan kebun raya mangrove di wilayah Rungkut.

“Jakarta tidak bisa mengalahkan Surabaya. Saya harapkan Surabaya menjadi pilot project di daerah lainnya, karena telah berhasil menjadi bersih, hijau, dan sejuk,” tuturnya. (goek)