Kamis
20 Agustus 2026 | 4 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puskep Unair pun Unggulkan Gus Ipul-Mbak Puti

pdip-jatim-survei2

SURABAYA – Satu lagi, lembaga survei terkait elektabilitas dan popularitas pasangan Cagub-cawagub Jawa Timur menempatkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno di posisi teratas dibanding pasangan Khofifah-Emil.

Adalah Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (Puskep) Fisip Universitas Airlangga (Unair) yang dalam surveinya pada 12-19 Mei 2018 di 38 kabupaten/kota se-Jatim hasilnya menunjukkan pasangan nomor urut 2 ini unggul.

Hasil survei Puskep Fisip Unair yang dirilis kemarin, elektabilitas Gus Ipul dan Pti Guntur sebesar 47,25 persen. Sedang duet Khofifah-Emilr 42,25 persen. Adapun yang belum menentukan pilihan sebesar 10,5 persen.

Sebelumnya, lima lembaga survei hasilnya juga menempatkan pasangan Gus Ipul-Mbak Puti di posisi atas. Kelima lembaga survei itu, yakni LKP3 Universitas Brawijaya, Charta Politika Indonesia, Indo Barometer, PollMark Indonesia, dan Kedai Kopi.

Dalam survei LKP3 UB pada 23-30 April, Gus Ipul-Mbak Puti 47,9 persen dan Khofifah-Emil 41,2 persen, Charta Politika pada 3-8 Maret Gus Ipul-Mbak Puti 44,8 persen dan Khofifah-Emil 38,1 persen, serta Indo Barometer pada Januari-Februari 2018, Gus Ipul-Mbak Puti 45,2 persen dan Khofifah-Emil 39,5 persen.

Lalu, survei PollMark Indonesia pada 6-11 Februari 2018 Gus Ipul-Mbak Puti 42,7 persen dan Khofifah-Emil 27,2 persen, kemudian survei Kedai Kopi pada 2-28 Februari 2018 Gus Ipul-Mbak Puti 53,7 persen dan Khofifah-Emil 46,3 persen.

“Pertarungan dua kandidat antara Khofifah dan Gus Ipul memang selalu ketat, meski saat ini Gus Ipul masih unggul. Pertarungan ini ibarat el-clasico kalau di Liga Spanyol, selalu ketat dan mendebarkan sampai akhir laga,” kata Direktur Puskep Fisip Unair, Putu Aditya, dalam jumpa pers di Surabaya, Selasa (29/5/2018).

Dari sisi popularitas, Gus Ipul meraup 97,96 persen, sedangkan Khofifah sebesar 90,1 persen. Untuk posisi cawagub, perbedaan popularitas Emil Elestianto dan Puti Guntur cukup tipis. Popularitas Emil 85,1 persen dibanding Puti 84,5 persen.

Putu menambahkan, dari aspek geografis, pemilih Gus Ipul-Puti terkonsentrasi di kawasan Arek (Surabaya dan sekitarnya serta Malang Raya), Tapal Kuda (Pasuruan ke arah timur Jatim), dan Mataraman dalam (kawasan barat Jatim). “Keunggulan terbesar pasangan nomor urut 2 ini ada di Tapal Kuda,” jelasnya.

Adapun pendukung Khofifah-Emil banyak berada di Mataraman pesisir (Tuban, Lamongan, Gresik) dan Madura. “Kontribusi suara dari Madura ke Khofifah sebesar 55,9 persen,” tambah Putu.

Dia menyebutkan, survei juga memotret penerimaan masyarakat terhadap program atau janji kerja kedua pasangan calon.

Menurut survei tersebut, program Khofifah-Emil dinilai realistis oleh 37,6 persen responden, sedangkan 33,1 persen menyatakan tidak realistis. Sisanya menyatakan tidak tahu.

Pada duet Gus Ipul-Puti, lanjut Putu, sebanyak 46,4 persen responden menyatakan program keduanya realistis untuk dilaksanakan, 30,4 persen menyatakan tidak realistis, dan sisanya menyatakan tidak tahu.

“Artinya penerimaan publik terhadap program Gus Ipul-Puti lebih bagus dibanding Khofifah-Emil. Hal ini terkait skema program Gus Ipul-Puti yang lebih simpel dan langsung menjawab masalah di lapangan. Berbeda dengan Khofifah-Emil yang mungkin secara retorika bagus, namun justru tidak dipahami dengan baik oleh publik karena dinilai mengawang-awang dan cenderung teoritis,” papar akademisi Fisip Unair tersebut.

Putu menambahkan, meski saat ini Gus Ipul-Puti unggul, masih ada sisa waktu sekitar sebulan ke depan yang bisa dimanfaatkan oleh masing-masing kandidat.

“Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi krusial sebagai titik tentu kemenangan, karena praktis pasca-Lebaran masyarakat sibuk dengan aktivitas keluarganya masing-masing. Apalagi ada libur bersama yang lumayan panjang. Jadi strategi kedua kandidat selama Ramadan hingga Lebaran ini akan sangat menentukan,” ujarnya.

Survei tersebut dilakukan dengan jumlah responden 800 orang. Survei ini, memiliki margin of error 2 persen dengan tingkat kepercayaan 98 persen. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Banteng Jatim Pesta 6 Gol, Lolos Semifinal Soekarno Cup dan Bidik Juara Lagi

SURABAYA – Banteng Jawa Timur (Jatim) tampil menggila di babak perempat final Soekarno Cup 2026. Bermain di Stadion ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Benahi Perizinan Aset Daerah Usai Polemik Izin Alun-Alun

MAGETAN — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito: Toleransi Beragama di Sekolah Harus Diteruskan Antar Generasi

Mas Dhito berpesan agar semangat toleransi antarumat beragama di sekolah terus dijaga dan diwariskan kepada ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Pergub Dipercepat agar Perda Tak Mandek di Aturan

SURABAYA – DPRD Jawa Timur menekankan pentingnya percepatan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan ...
LEGISLATIF

Martin Dorong Pemprov Jatim Bangun Cadangan Air di Wilayah Rawan Kekeringan Bondowoso

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan, mendesak Pemprov Jatim mengubah pola penanganan ...
KRONIK

Desak Usut Tuntas Kasus Ibu Aniaya Anak di Pamekasan, Hj. Ansari: Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta polisi untuk mengusut tuntas kekerasan ...