SIDOARJO – Seratusan warga, didominasi perempuan, melaksanakan senam bersama di pelataran kantor DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, pada Sabtu (16/5/2026) sore. Uniknya, bukan berdiri atau melompat, mereka justru tampak antusias mengikuti gerakan senam sembari duduk di atas kursi berwarna merah.
Rintik air hujan tak menyurutkan antusiasme peserta senam mengikuti gerakan demi gerakan yang dicontohkan oleh instruktur sore itu. Senam ini rupanya dirancang secara khusus untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini.
“Senam osteoporosis, untuk penguatan tulang. Bisa dilakukan dengan duduk di kursi. Sama angkat barbel juga bisa,” kata Mardi Miftahus, instruktur dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sidoarjo
Senam ini rupanya tak hanya diperuntukkan bagi kelompok usia tertentu. Banyak yang mengira hanya untuk orang lanjut usia atau perempuan pasca-menopause.
“Senam ini untuk siapa saja yang ingin menjaga kesehatan tulang,” ujarnya.

Upaya Menjaga Kebugaran dan Dukung UMKM
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Raymond Tara Wahyudi menyampaikan, bahwa agenda senam bersama para kader dan masyarakat umum ini merupakan upaya kolektif dalam menjaga kebugaran tubuh.
Melihat antusiasme warga yang tinggi, pihaknya turun tangan membantu memfasilitasi kebutuhan peserta. Mulai dari penyediaan tempat, instruktur, hingga konsumsi.
“Kantor Sekretariat ini rumah rakyat. Silakan saja warga kalau berkegiatan, sebisa mungkin kami memfasilitasi seperti acara kali ini dengan tema Bugar Bersama Warga,” kata Tara yang juga anggota DPRD Sidoarjo.
Cegah Pengeroposan Tulang
Pada acara itu, pihak DPC juga memfasilitasi hidangan berupa minuman sari kedelai.

”Petunjuk dari ahli gizi, kandungan kedelai bagus untuk penguatan tulang,” kata Wakil Ketua Bidang Pendidikan DPC, Asmaul Chusna di sela rehat senam.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perputaran ekonomi pelaku usaha lokal di Sidoarjo.
Praktis dan Bisa Diterapkan di Rumah
Pengalaman baru ini mendatangkan kesan positif bagi para peserta, salah satunya Mega.

Ia mengaku sangat senang karena baru pertama kali mengetahui bahwa senam osteoporosis bisa dilakukan dalam posisi duduk.
Menurut Mega, metode ini sangat praktis dan inklusif untuk diterapkan kepada kerabatnya yang berusia lanjut.
”Baru pertama kali ikut senam osteoporosis. Ternyata bisa dengan duduk. Beberapa gerakan yang saya ingat, nanti bisa saya ajarkan kepada kerabat di rumah,” tuturnya.(hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













