Kamis
02 Juli 2026 | 1 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Promosikan Batik Sumenep, Bupati Fauzi dan Istri Jadi Model di Sumenep Batik Festival 2023

PDIP-Jatim-Achmad-Fauzi-Wongsojudo-28082023

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama istrinya, Nia Kurnia Fauzi, menjadi model peragaan busana di acara puncak atau grand final Festival Batik Sumenep 2023, Minggu (27/8/2023) malam. Mereka tampil memukau dan anggun dengan balutan pakaian batik di catwalk GOR A. Yani Sumenep.

Dengan senyuman hangat dan sikap ramah, Bupati Fauzi dan istrinya berjalan di atas panggung, sambil menyapa masyarakat yang hadir ke lokasi acara. Keduanya juga tampak romantis.

Dalam sambutannya, Bupati Fauzi, menjelaskan bahwa Sumenep Batik Festival ini bagian dari rangkaian Madura Culture Festival yang tujuannya untuk mengenalkan batik Sumenep kepada masyarakat luas.

“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa Sumenep juga memiliki beragam corak batik berkualitas kepada masyarakat luas,” ujar Bupati Fauzi, didampingi sang istri di atas panggung.

Tak hanya peragaan busana batik, festival itu juga bagian upaya Pemkab Sumenep untuk melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya leluhur. Bupati Fauzi berharap generasi mendatang akan meneruskan dan merawat tradisi berharga tersebut.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak dalam kesuksesan acara ini.

“Termasuk kepada masyarakat yang hadir dengan semangat tinggi ke acara ini,” katanya.

Penanggung Jawab Festival Batik Sumenep 2023, Novi Sri Wahyuni, menjelaskan tema tahun ini adalah “Urban Ethnic (Casual Moslem)”. Event tersebut diikuti 90 peserta. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Blitar, Surabaya, Malang, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep sendiri.

“Semua batik khas Sumenep bagus dan memiliki corak tersendiri. Event tahun 2023 ini kami ingin lebih menonjolkan satu batik bernama Beddei, karya perajin Pakandangan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat, terutama pengrajin batik lokal.

“Selain itu, semoga ke depan batik Sumenep lebih populer lagi, baik di pasar domestik maupun internasional,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Insentif Guru Non ASN di Lumajang Diproses

LUMAJANG – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman menegaskan bahwa dana insentif bagi guru non-ASN di ...
KRONIK

Festival Jaranan Se-Indonesia Digelar di Trenggalek, Doding: Momentum Lestarikan Budaya dan Dongkrak Wisata

Trenggalek akan menggelar Festival Jaranan se-Indonesia pada Agustus 2026. Ketua DPRD Doding Rahmadi menyebut ...
LEGISLATIF

Jamin Kelancaran Ibadah Jemaat Kristiani, Parkir dan PKL CFD Alun-alun Sidoarjo di Sekitar Gereja Bakal Ditata Ulang

SIDOARJO – Area parkir dan PKL yang meluber di sekitar gereja pada acara car free day (CFD) di alun-alun Sidoarjo ...
KRONIK

Juru Bicara DPP PDI Perjuangan: Diskusi Warkop Bukti Bung Karno Bukan Bagian Kaum Elit

SURABAYA – Juru Bicara DPP PDI Perjuangan, Aryo Seno Bagaskoro, mengapresiasi langkah Taruna Merah Putih (TMP) ...
KRONIK

Ony Setiawan: Marhaenisme Tetap Relevan Hadapi Ketergantungan Ekonomi di Era Neoliberalisme

Anggota DPRD Jatim Ony Setiawan menilai Marhaenisme dan nilai Pancasila tetap relevan menghadapi tantangan ...
KRONIK

Pastikan Perlindungan Pekerja Rentan, Bupati Bangkalan Perluas Cakupan BPJS Ketenagakerjaan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menaruh perhatian serius terhadap keselamatan kerja masyarakat, ...