Selasa
25 Agustus 2026 | 7 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Promosikan Batik Sumenep, Bupati Fauzi dan Istri Jadi Model di Sumenep Batik Festival 2023

PDIP-Jatim-Achmad-Fauzi-Wongsojudo-28082023

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama istrinya, Nia Kurnia Fauzi, menjadi model peragaan busana di acara puncak atau grand final Festival Batik Sumenep 2023, Minggu (27/8/2023) malam. Mereka tampil memukau dan anggun dengan balutan pakaian batik di catwalk GOR A. Yani Sumenep.

Dengan senyuman hangat dan sikap ramah, Bupati Fauzi dan istrinya berjalan di atas panggung, sambil menyapa masyarakat yang hadir ke lokasi acara. Keduanya juga tampak romantis.

Dalam sambutannya, Bupati Fauzi, menjelaskan bahwa Sumenep Batik Festival ini bagian dari rangkaian Madura Culture Festival yang tujuannya untuk mengenalkan batik Sumenep kepada masyarakat luas.

“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa Sumenep juga memiliki beragam corak batik berkualitas kepada masyarakat luas,” ujar Bupati Fauzi, didampingi sang istri di atas panggung.

Tak hanya peragaan busana batik, festival itu juga bagian upaya Pemkab Sumenep untuk melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya leluhur. Bupati Fauzi berharap generasi mendatang akan meneruskan dan merawat tradisi berharga tersebut.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak dalam kesuksesan acara ini.

“Termasuk kepada masyarakat yang hadir dengan semangat tinggi ke acara ini,” katanya.

Penanggung Jawab Festival Batik Sumenep 2023, Novi Sri Wahyuni, menjelaskan tema tahun ini adalah “Urban Ethnic (Casual Moslem)”. Event tersebut diikuti 90 peserta. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Blitar, Surabaya, Malang, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep sendiri.

“Semua batik khas Sumenep bagus dan memiliki corak tersendiri. Event tahun 2023 ini kami ingin lebih menonjolkan satu batik bernama Beddei, karya perajin Pakandangan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat, terutama pengrajin batik lokal.

“Selain itu, semoga ke depan batik Sumenep lebih populer lagi, baik di pasar domestik maupun internasional,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sambut Muktamar ke-35 NU, Baguna PDIP Jatim Buka Posko Pelayanan Gratis bagi Muktamirin

JOMBANG – Menyambut kedatangan ribuan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Badan Penanggulangan Bencana ...
SEMENTARA ITU...

Wayang Kulit Semarak Hari Jadi Blitar ke-702, Rijanto: Tradisi Harus Tetap Hidup di Masyarakat

Pagelaran wayang kulit lakon Bimo Bangkit memeriahkan Hari Jadi Blitar ke-702. Bupati Rijanto menegaskan pentingnya ...
HEADLINE

Jelang Muktamar ke-35 NU, DPD PDIP Jatim Ziarah ke Makam Mbah Wahab, Mbah Hasyim dan Gus Dur

JOMBANG – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, ...
KRONIK

Genjot Transformasi Digital, Pemkab Bangkalan Hadirkan Layanan PBB yang Mudah dan Cepat lewat MyTax

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan ...
LEGISLATIF

Reses, Warga Kasiman Bojonegoro Sampaikan Ragam Aspirasi kepada Lasmiran

BOJONEGORO – Infrastruktur jalan, perbaikan saluran air, hingga penguatan modal usaha mikro, kecil, dan menengah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kecamatan Sendang Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung Dapil 5

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...