Minggu
28 Juni 2026 | 12 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Produksi Merosot Saat Pandemi, Imas Tak Menyerah, Tetap Produksi Tempe

pdip-jatim-imas-tempe-malang

MALANG – Badai Pandemi Covid-19 mengharuskan para pelaku UMKM terus menemukan cara untuk bertahan hidup. Seperti yang dialami Imas Irawati, salah satu Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Imas bisa jadi contoh bagi pelaku UMKM lainnya untuk tidak berhenti berusaha dan tidak menyerah terhadap kondisi. Inovasi dan inisiatif adalah langkah yang dilakukan Imas dan suaminya untuk terus bertahan di tengah kondisi yang tidak menentu.

Imas menjelaskan sebelum pandemi dia biasa memproduksi tempe dan keripik tempe. Namun karena pandemi Covid-19 yang berdampak cukup besar pada sektor perekonomian, perempuan ini harus menghentikan sementara produksi keripik tempenya.

“Sebelum pandemi saya setiap hari produksi masih sekitar 25 kg sampai 50 kg per hari, untuk tempe bisa 1,5 kuintal. Karena dampak corona sekarang ini saya gak bisa titip di toko-toko barangnya dikembalikan juga karena sepi. Dijual sendiri juga sepi,” jelas Imas, Jumat (26/3/2021).

“Saya memutuskan untuk tidak memproduksi keripik tempe dahulu. Tapi produksi tempe tetap berjalan tapi hanya 75 kg sehari,” lanjutnya

Dia juga menjelaskan karena lesunya permintaan tempe dan keripik tempe, uang yang didapatnya hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

Bahkan Imas dan suaminya juga harus merogoh uang tabungan mereka untuk tetap bisa melakukan proses produksi.

“Untuk produksi kita bikin cuma sedikit supaya setiap hari habis. Untuk pemasarannya dari biasanya harga Rp 2.500 jadi 3.000, 3.000 jadi 5.000 per irisnya. Untuk modal kita pakai uang tabungan dahulu, supaya bisa produksi terus,” jelasnya.

Sebelum pandemi, lanjut Imas, dia memiliki dua karyawan yang bisa membantunya dalam proses produksi. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan sekarang ia menjalankan bisnis tempe ini hanya dengan suaminya.

“Dulu punya karyawan, sekarang cuma kita sama suami saja. Suami yang jualan saya yang produksi,” tambah dia.

Dengan kondisi penjualan yang tidak menentu, Imas tidak putus akal. Ia berinovasi memaksimalkan tempe yang telah diproduksi yang tidak laku di pasar dengan variasi produk lainnya.

“Kalau gak habis yang saya buat mendol buat kerecekan pokoknya bisa jadi uang,” tandas Imas.

Dia berharap kondisi segera membaik dan usaha yang dijalaninya bersama suami segera kembali normal. Rencananya ia juga akan kembali memproduksi keripik tempe mendekati bulan puasa. (ace)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Kicau Mania: Ketika Kicauan Burung Menjadi Simbol Maskulinitas Mas-Mas Jawa

Oleh Yusril Ihza Fauzul Adhim* BELAKANGAN ini lagu Kicau Mania, yang dibawakan Ndarboy Genk dan Banditoz Yaow 86, ...
KOLOM

Bulan Bung Karno: Jangan Biarkan Menjadi Sekadar Seremoni

Oleh Nasrullah SETIAP bulan Juni, keluarga besar PDI Perjuangan memperingati Bulan Bung Karno. Rangkaian kegiatan ...
KABAR CABANG

Pemkot Madiun Apresiasi Turnamen Catur PDIP, Dinilai Gerakkan UMKM dan Lahirkan Atlet Berprestasi

Pemkot Madiun mengapresiasi Open Turnamen Catur Piala Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun karena dinilai mampu ...
KABAR CABANG

Tebar 15 Ribu Benih Ikan Nila di Waduk Bendo, PDIP Ponorogo Dorong Pelestarian Ekosistem dan Ketahanan Pangan

PONOROGO – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Ponorogo menggelar kegiatan penebaran 15 ...
KRONIK

Peternak Ayam Petelur Tertekan, Sonny Dorong Kementan Lakukan Langkah-Langkah Bantuan

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Batu Gelar Turnamen Catur, Tanamkan Pola Pikir Strategis ala Bung Karno

DPC PDI Perjuangan Kota Batu menggelar Turnamen Catur Piala Bung Karno 2026 sebagai upaya membumikan nilai ...