Minggu
27 September 2026 | 12 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Produksi Merosot Saat Pandemi, Imas Tak Menyerah, Tetap Produksi Tempe

pdip-jatim-imas-tempe-malang

MALANG – Badai Pandemi Covid-19 mengharuskan para pelaku UMKM terus menemukan cara untuk bertahan hidup. Seperti yang dialami Imas Irawati, salah satu Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Imas bisa jadi contoh bagi pelaku UMKM lainnya untuk tidak berhenti berusaha dan tidak menyerah terhadap kondisi. Inovasi dan inisiatif adalah langkah yang dilakukan Imas dan suaminya untuk terus bertahan di tengah kondisi yang tidak menentu.

Imas menjelaskan sebelum pandemi dia biasa memproduksi tempe dan keripik tempe. Namun karena pandemi Covid-19 yang berdampak cukup besar pada sektor perekonomian, perempuan ini harus menghentikan sementara produksi keripik tempenya.

“Sebelum pandemi saya setiap hari produksi masih sekitar 25 kg sampai 50 kg per hari, untuk tempe bisa 1,5 kuintal. Karena dampak corona sekarang ini saya gak bisa titip di toko-toko barangnya dikembalikan juga karena sepi. Dijual sendiri juga sepi,” jelas Imas, Jumat (26/3/2021).

“Saya memutuskan untuk tidak memproduksi keripik tempe dahulu. Tapi produksi tempe tetap berjalan tapi hanya 75 kg sehari,” lanjutnya

Dia juga menjelaskan karena lesunya permintaan tempe dan keripik tempe, uang yang didapatnya hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

Bahkan Imas dan suaminya juga harus merogoh uang tabungan mereka untuk tetap bisa melakukan proses produksi.

“Untuk produksi kita bikin cuma sedikit supaya setiap hari habis. Untuk pemasarannya dari biasanya harga Rp 2.500 jadi 3.000, 3.000 jadi 5.000 per irisnya. Untuk modal kita pakai uang tabungan dahulu, supaya bisa produksi terus,” jelasnya.

Sebelum pandemi, lanjut Imas, dia memiliki dua karyawan yang bisa membantunya dalam proses produksi. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan sekarang ia menjalankan bisnis tempe ini hanya dengan suaminya.

“Dulu punya karyawan, sekarang cuma kita sama suami saja. Suami yang jualan saya yang produksi,” tambah dia.

Dengan kondisi penjualan yang tidak menentu, Imas tidak putus akal. Ia berinovasi memaksimalkan tempe yang telah diproduksi yang tidak laku di pasar dengan variasi produk lainnya.

“Kalau gak habis yang saya buat mendol buat kerecekan pokoknya bisa jadi uang,” tandas Imas.

Dia berharap kondisi segera membaik dan usaha yang dijalaninya bersama suami segera kembali normal. Rencananya ia juga akan kembali memproduksi keripik tempe mendekati bulan puasa. (ace)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...