Senin
02 November 2026 | 10 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Prediksi Jokowi, Indonesia Bakal Berhasil Produksi Vaksin Covid-19 Awal 2021

pdip-jatim-jokowi-140720

JAKARTA – Presiden Joko Widodo memprediksi Indonesia bakal berhasil memproduksi vaksin Covid-19, pada awal tahun depan. Saat ini, proses pengujian bekerja sama dengan sejumlah perusahaan farmasi luar negeri.

“Perkiraan kita akan masuk produksi kira-kira antara Januari-April tahun depan,” kata Jokowi, saat bincang-bincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Saat ini, diketahui sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bio Farma dan Kalbe Farma, telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan farmasi luar. Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd, perusahaan bioteknologi dari Tiongkok dalam memproduksi vaksin virus ini.

“Uji klinis udah sampai 3 kalau gak salah, tapi perlu 6 bulan untuk uji terakhir. Jadi kira-kira diproduksi Januari sampai April,” ujarnya.

Jika telah hadir di Indonesia, Jokowi mengatakan vaksin ini akan diprioritaskan di awal bagi tenaga kesehatan dan kelompok rentan. Ia menyebut dari perhitungan pemerintah, kebutuhan vaksin mencapai 347 juta.

“Karena satu orang bisa tidak hanya sekali, karena orang yang sudah divaksin bisa mental lagi. Jadi harus divaksin lagi,” kata Jokowi.

Untuk tahun depan saja, Jokowi mengatakan pemerintah baru menargetkan produksi vaksin sebanyak 170 juta vaksin Covid-19.

Sebelumnya diberitakan PT Bio Farma pada Juli 2020 mulai melakukan uji klinis ketiga vaksin Covid-19 bekerjasama dengan Sinovac Biotech. Sedangkan PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc.

Bio Farma diketahui sudah berpengalaman dengan vaksin polio. “Kita siapkan biofarma, dia pernah pengalaman polio. Kuncinya adalah vaksin dan mengerem agar Covid-19 tidak naik secara drastis,” kata Jokowi.

Sebelum vaksin ditemukan, Presiden Jokowi menekankan untuk melakukan tes massif, “tracing” agresif dan “treatment” yang dilakukan dengan baik.

“Saat vaksinasi sudah dilakukan, baru bisa turun. Kalau sekarang adalah mencegah agar (kasus positif) kita tidak naik, yang sembuh makin banyak, yang ‘positive ratenya’, apalagi tes masif, ‘tracing’ agresif, ‘treatment’ yang dikerjakan manajemen yang baik, beberapa daerah belum melakukan ini kita ingatkan,” ungkapnya.

Sinovac menyatakan vaksin Covid-19 aman dan mampu memicu respons kekebalan dan menunjukkan adanya potensi mempertahankan diri melawan infeksi virus corona baru. Vaksin buatan Sinovac diberi nama CoronaVac. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...
KRONIK

Bangkalan Sabet Tiga Penghargaan Wilwatikta Awards, Bupati Lukman: Ada Kerja Keras Petani

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026. ...