Senin
05 Oktober 2026 | 8 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Prediksi Jokowi, Indonesia Bakal Berhasil Produksi Vaksin Covid-19 Awal 2021

pdip-jatim-jokowi-140720

JAKARTA – Presiden Joko Widodo memprediksi Indonesia bakal berhasil memproduksi vaksin Covid-19, pada awal tahun depan. Saat ini, proses pengujian bekerja sama dengan sejumlah perusahaan farmasi luar negeri.

“Perkiraan kita akan masuk produksi kira-kira antara Januari-April tahun depan,” kata Jokowi, saat bincang-bincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Saat ini, diketahui sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bio Farma dan Kalbe Farma, telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan farmasi luar. Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd, perusahaan bioteknologi dari Tiongkok dalam memproduksi vaksin virus ini.

“Uji klinis udah sampai 3 kalau gak salah, tapi perlu 6 bulan untuk uji terakhir. Jadi kira-kira diproduksi Januari sampai April,” ujarnya.

Jika telah hadir di Indonesia, Jokowi mengatakan vaksin ini akan diprioritaskan di awal bagi tenaga kesehatan dan kelompok rentan. Ia menyebut dari perhitungan pemerintah, kebutuhan vaksin mencapai 347 juta.

“Karena satu orang bisa tidak hanya sekali, karena orang yang sudah divaksin bisa mental lagi. Jadi harus divaksin lagi,” kata Jokowi.

Untuk tahun depan saja, Jokowi mengatakan pemerintah baru menargetkan produksi vaksin sebanyak 170 juta vaksin Covid-19.

Sebelumnya diberitakan PT Bio Farma pada Juli 2020 mulai melakukan uji klinis ketiga vaksin Covid-19 bekerjasama dengan Sinovac Biotech. Sedangkan PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc.

Bio Farma diketahui sudah berpengalaman dengan vaksin polio. “Kita siapkan biofarma, dia pernah pengalaman polio. Kuncinya adalah vaksin dan mengerem agar Covid-19 tidak naik secara drastis,” kata Jokowi.

Sebelum vaksin ditemukan, Presiden Jokowi menekankan untuk melakukan tes massif, “tracing” agresif dan “treatment” yang dilakukan dengan baik.

“Saat vaksinasi sudah dilakukan, baru bisa turun. Kalau sekarang adalah mencegah agar (kasus positif) kita tidak naik, yang sembuh makin banyak, yang ‘positive ratenya’, apalagi tes masif, ‘tracing’ agresif, ‘treatment’ yang dikerjakan manajemen yang baik, beberapa daerah belum melakukan ini kita ingatkan,” ungkapnya.

Sinovac menyatakan vaksin Covid-19 aman dan mampu memicu respons kekebalan dan menunjukkan adanya potensi mempertahankan diri melawan infeksi virus corona baru. Vaksin buatan Sinovac diberi nama CoronaVac. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Deni Dorong Pemprov Jatim Bangun Basis Data Pasar Tradisional untuk Tepatkan Intervensi

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan Deni Wicaksono mendorong Pemprov Jatim menyusun ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Ingatkan Warga Surabaya Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Mobil atau Motor

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan warga agar tidak sembarangan meminjamkan Kartu Tanda ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Batu Pastikan Kelestarian Ekosistem, Proyek Wisata Sumberbrantas Bakal Dipanggil

MALANG – DPRD Kota Batu memastikan kelestarian ekosistem lingkungan menjadi perhatian utama dalam setiap ...
KRONIK

Sunarijati Bersama Banser Ngawi Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Dua Desa Kekeringan

NGAWI – Kekeringan masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi. Di tengah musim kemarau yang panjang, warga ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Ajak Warga dan RT-RW Makin Peduli dengan Tonggo Kanan-Kiri

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengajak masyarakat, terutama pengurus RT dan RW, semakin ...
LEGISLATIF

Puan Maharani: Sebagai Prajurit yang Lahir dari Rahim Rakyat, TNI Tak Boleh Lupa Akarnya

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan seluruh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar tidak ...