Jumat
16 Oktober 2026 | 8 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Prabowo Masuk Kabinet, Sekjen PDIP: Kami Hormati Hak Prerogatif Presiden

pdip-jatim-hasto-syukuran-jokowi-maruf

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto menghormati sikap Presiden Joko Widodo yang minta Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ikut membantu dalam kabinet kerja jilid 2. 

“Itu merupakan hak prerogatif presiden dan kami hormati karena presidenlah yang mengambil keputusan dan kemudian menentukan pergerakan kemajuan Indonesia ke depan,” ujar Hasto di acara syukuran pelantikan Jokowi-Ma’ruf di bilangan Cikini, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Saat ditanya apakah sikap presiden akan mengganggu koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf, Hasto menegaskan, para ketua umum parpol koalisi menghormati hak prerogatif presiden. Para ketum, kata dia, juga memahami pertimbangan-pertimbangan yang diambil Jokowi.

“Para ketum parpol juga memahami pertimbangan yang diambil presiden ketika memutuskan memperluas koalisi karena semangat gotong-royong,” ucap Hasto. 

Dia juga menyampaikan, jika ada partai yang ingin keluar koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf, pihaknya mempersilakan hal itu karena memang pemerintah ke depan membutuhkan pihak oposisi.

Terpisah, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan, jika Prabowo benar-benar menjadi Menteri menteri,diharapan bisa memberikan solusi terbaik atas persoalan-persoalan bangsa.

“Semoga kalau memang beliau kemudian betul dilantik sebagai Menteri Pertahanan, ya harusnya nanti bisa memberikan solusi yang lebih baik bagi bangsa dan negara,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Partainya tidak masalah dengan kehadiran Prabowo di koalisi pemerintahan. Hal itu, kata dia, merupakan hak prerogatif Presiden.

Jokowi pun diyakini sudah punya pertimbangan-pertimbangan sendiri. “Saya kan enggak bisa mendahului,” ujar Ketua DPR RI ini.

Dia menambahkan, kriteria calon menteri Jokowi haruslah yang memiliki kapasitas dan kapabilitas. Sebab, mereka yang masuk ke kabinet harus mampu bekerja sama dengan birokrasi, DPR, dan punya kebijakan-kebijakan politik yang tidak rutin, normatif.

Menurut Puan, kebijakan yang dibuat harus ada yang juga berpihak pada pemerintah. “Hanya kemudian harus dibuktikan dalam kinerja nantinya kalau kemudian sudah dilantik,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...
KABAR CABANG

DPC Lamongan Bantu Air Bersih 6 Desa Terdampak Kekeringan

LAMONGAN – Memasuki puncak musim kemarau yang dipicu fenomena iklim El Nino, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
EKSEKUTIF

Pantau Pasar Tradisional, Wabup Antok Minta Dinas Cari Strategi Stabilkan Harga Daging Ayam

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mencari strategi ...
LEGISLATIF

Data Desil Bansos Bermasalah, Sri Untari Dorong Pemutakhiran Lebih Cepat

JAKARTA – Ketidakakuratan data kesejahteraan dan lambatnya pemutakhiran berisiko membuat bantuan sosial (bansos) ...