Selasa
03 November 2026 | 12 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Polemik Soal Pakaian Seragam Partai

apkv2wbma5yrb5sxciei_copy_855x548
Artis Angel Karamoy dalam acara fashion show bertajuk kampanye dan atribut milenial di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (20/9/2018). foto: kumparan.com

SETAHUN setelah Sukarno dan beberapa temannya mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, timbul polemik. Gara-garanya, Bung Karno mengusulkan perlunya pakaian seragam bagi anggota partai.

“Cukup dengan baju lengan pendek dan pantalon,”  kata Sukarno seperti ditulis Cindy Adams dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Setelan hem dengan pantalon atau celana panjang se-mata kaki terbilang modern di zaman itu.

Dengan setelan pakaian seperti itu, kata Sukarno, supaya anggota partai kelihatan gagah. “Kita harus
berpakaian yang pantas dan kelihatan sebagai pemimpin.”

Dengan setelan seperti itu pula, tegas Sukarno, “Mari kita tunjukan bahwa kita sama
progresif dengan orang Belanda. Kita harus tegak sama tinggi dengan mereka. Kita harus memakai pakaian
modern.”

Namun usulan Sukarno menuai pro-kontra. “Usulku ini menimbulkan
polemik yang hebat.”

Bersarung Tanpa Sandal

Diceritakan Sukarno, seorang wakil yang setia dari Tegal berdiri dan menyatakan, seragam tersebut tidak sesuai dengan kepribadian nasional.

“Seharusnya kita memakai sarung tanpa sepatu atau sandal. Hendaklah kita kelihatan
seperti orang-orang revolusioner sebagaimana kita seharusnya.”

Pernyataan itu dibantah Sukarno. Soal mengaitkan kebiasaan berpakaian rakyat kala itu dengan sikap revolusioner.

“Aku tidak setuju. Banyak orang yang kaki ayam (telanjang kaki, red), akan tetapi mereka bukan orang yang revolusioner.”

“Banyak orang yang berpangkat tinggi memakai sarung, tapi mereka bekerja dengan sepenuh hati untuk kolonialis.”

“Yang menandakan seseorang itu
revolusioner adalah bakti yang telah ditunaikannya dalam perjuangan.” (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...