Sabtu
27 Juni 2026 | 4 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Plt Bupati Probolinggo Hadiri Perayaan Hari Raya Karo Masyarakat Tengger

pdip-jatim-eksekutif-150822-timbul-prihanjoko

KABUPATEN PROBOLINGGO – Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko menghadiri peringatan Hari Raya Karo yang dilaksanakan masyarakat Suku Tengger di Balai Desa Jetak, Kecamatan Sukapura. Pada perayaan itu warga melaksanakan ritual Tari Sodoran sebagai adat setempat sejak 1790.

Turut hadir dalam perayaan yang dilaksanakan pada Minggu (14/8/2022), yakni sejumlah pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan para aparatur pemkab.

Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, Gus Haris Damanhuri dan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Jamaludin tampak hadir dalam acara.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Timbul menyampaikan selamat merayakan Hari Raya Karo kepada masyarakat Tengger. Ia berharap keberkahan dan kesejahteraan senantiasa menyertai masyarakat Tengger.

“Ini adalah kekayaan budaya masyarakat Tengger yang harus terus dijaga. Saya harap anak-anak Tengger tetap mempertahankan kekayaan budayanya, tidak terpengaruh budaya luar yang negatif,” kata Plt Bupati Timbul.

Plt Bupati dari PDI Perjuangan itu menambahkan, kemerdekaan Indonesia tidak hanya diperjuangkan satu golongan dan satu agama saja. Tapi semua golongan, termasuk masyarakat Tengger, bersatu mewujudkan kemerdekaan.

Usai menghadiri peringatan Hari Raya Karo, Plt Bupati Timbul membagikan bendera merah putih kepada warga masyarakat sekitar. Juga menyerahkan bibit pohon kepada anggota Pramuka, Tagana dan tokoh masyarakat setempat untuk ditanam di sumber air di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura.

Tari Sodoran

Hari Raya Karo adalah hari besar kedua masyarakat Tengger setelah Kasada. Pada setiap peringatan Hari Raya Karo, ada tradisi yang dilaksanakan, yakni Tari Sodoran.

Tari ini menggambarkan awal penciptaan manusia oleh Sang Hyang Widi. Dimana masusia diciptakan berpasang-pasangan, antara lelaki dan perempuan.

Melaksanakan tradisi tersebut, ibu-ibu warga setempat berpakaian adat dan mengantar empat jenis makanan kepada suami maupun anak-anak yang mengikuti ritual.  

Tari Sodoran menjadi kebiasaan masyarakat setempat yang diwariskan turun temurun sejak 1790 hingga saat ini. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Eko Wahyono Tawarkan Tiga Strategi Membumikan Marhaenisme di Kalangan Gen-Z

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Surabaya Eko Wahyono menawarkan tiga pendekatan untuk ...
LEGISLATIF

Temui Massa Aksi, Ketua DPRD Blitar Pastikan 11 Tuntutan Mahasiswa Dikawal

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi turun langsung menemui massa aksi Cipayung Plus Blitar Raya dan memastikan 11 ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi Minta Pemerintah Kaji Penghentian Impor BBM, DPRD Jatim Bakal Panggil Pertamina

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Fuad Benardi meminta pemerintah mengkaji secara matang rencana penghentian impor ...
SEMENTARA ITU...

Sarasehan Ngaji Pusaka Panji Patrem di Trenggalek Ajak Generasi Muda Lestarikan Keris

Sarasehan budaya Ngaji Pusaka Panji Patrem digelar di Trenggalek untuk mengenalkan keris kepada generasi muda. ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jember Minta Raperda Kawasan Tanpa Rokok Dikaji Komprehensif

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta pembahasan Raperda Kawasan Tanpa Rokok dilakukan secara komprehensif. ...
KRONIK

Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Yatim, Bupati Lukman: Tanggung Jawab Kita Bersama

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memanfaatkan 10 Muharram 1448 Hijriah untuk menebarkan ...