Jumat
14 Agustus 2026 | 8 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Plt Bupati Probolinggo Hadiri Perayaan Hari Raya Karo Masyarakat Tengger

pdip-jatim-eksekutif-150822-timbul-prihanjoko

KABUPATEN PROBOLINGGO – Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko menghadiri peringatan Hari Raya Karo yang dilaksanakan masyarakat Suku Tengger di Balai Desa Jetak, Kecamatan Sukapura. Pada perayaan itu warga melaksanakan ritual Tari Sodoran sebagai adat setempat sejak 1790.

Turut hadir dalam perayaan yang dilaksanakan pada Minggu (14/8/2022), yakni sejumlah pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan para aparatur pemkab.

Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, Gus Haris Damanhuri dan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Jamaludin tampak hadir dalam acara.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Timbul menyampaikan selamat merayakan Hari Raya Karo kepada masyarakat Tengger. Ia berharap keberkahan dan kesejahteraan senantiasa menyertai masyarakat Tengger.

“Ini adalah kekayaan budaya masyarakat Tengger yang harus terus dijaga. Saya harap anak-anak Tengger tetap mempertahankan kekayaan budayanya, tidak terpengaruh budaya luar yang negatif,” kata Plt Bupati Timbul.

Plt Bupati dari PDI Perjuangan itu menambahkan, kemerdekaan Indonesia tidak hanya diperjuangkan satu golongan dan satu agama saja. Tapi semua golongan, termasuk masyarakat Tengger, bersatu mewujudkan kemerdekaan.

Usai menghadiri peringatan Hari Raya Karo, Plt Bupati Timbul membagikan bendera merah putih kepada warga masyarakat sekitar. Juga menyerahkan bibit pohon kepada anggota Pramuka, Tagana dan tokoh masyarakat setempat untuk ditanam di sumber air di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura.

Tari Sodoran

Hari Raya Karo adalah hari besar kedua masyarakat Tengger setelah Kasada. Pada setiap peringatan Hari Raya Karo, ada tradisi yang dilaksanakan, yakni Tari Sodoran.

Tari ini menggambarkan awal penciptaan manusia oleh Sang Hyang Widi. Dimana masusia diciptakan berpasang-pasangan, antara lelaki dan perempuan.

Melaksanakan tradisi tersebut, ibu-ibu warga setempat berpakaian adat dan mengantar empat jenis makanan kepada suami maupun anak-anak yang mengikuti ritual.  

Tari Sodoran menjadi kebiasaan masyarakat setempat yang diwariskan turun temurun sejak 1790 hingga saat ini. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Anggaran Terbatas, Fery Dorong Pemkab Madiun Cari Terobosan Pertumbuhan Ekonomi

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono meminta pemerintah daerah terus mencari langkah dan terobosan ...
LEGISLATIF

Untari: Subsidi Pendidikan Harus Diperkuat, Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, meminta negara memperkuat intervensi di sektor ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Simak Pidato Kenegaraan Presiden RI, Jumlah Warga Miskin 58,38 Ribu

MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan ...
KRONIK

Bupati Lukman Ingatkan Bahaya Polarisasi Digital: “Jangan Telan Mentah-Mentah Opini Medsos”

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa tantangan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Minta Capaian Pemerintah Diuji dengan Kondisi Riil Masyarakat

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, minta capaian pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo ...
KRONIK

Alfan PDIP Jember Minta Pembangunan KDMP Tidak Boleh Abaikan Hak Masyarakat

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menilai persoalan lahan dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa ...