Kamis
30 Juli 2026 | 3 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pilkada Senyap, Kehadiran Pemilih Bisa Anjlok

pdip jatim - agatha fraksi jatim
pdip jatim - agatha fraksi jatim
Agatha khawatirkan pilkada senyap

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jatim Agatha Retnosari menyoroti pelaksanaan pilkada serentak, khususnya di Surabaya dan Sidoarjo yang terkesan asal-asalan. Meski menghabiskan anggaran seratus miliar lebih, ‘pesta demokrasi’ di dua daerah ini tidak nampak gebyarnya.

“Sunyi sepi dan senyap, itu gambaran pelaksanaan pilkada serentak kali ini,” kata Agatha, saat di Posko Pemenangan Cawali-cawawali Risma-Whisnu, Jalan Kapuas 68, Kamis (26/11/2015).

Meski uang rakyat yang terpakai dalam pelaksanaan Pilkada di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo dari APBD total lebih Rp 100 miliar, jelas Agatha, tapi sosialisasi tidak nampak. “KPU-Panwaslu masih terjebak sosialisasi model klasikal,” ujarnya.

Legislator PDI Perjuangan dari Dapil Surabaya-Sidoarjo ini menambahkan, penempatan baliho-spanduk yang buruk, juga rusaknya alat peraga kampanye tanpa segera diganti, semakin menguatkan bahwa sosialisasi pilkada dilaksanakan asal-asalan. “Itu uang rakyat lho yang dipakai. Mbok ya jangan asal-asalan,” pintanya.

Perempuan yang juga Bendahara DPC :PDI Perjuangan Kota Surabaya ini mengkhawatirkan, sosialisasi yang dilaksanakan dengan cara kuno, klasikal dan asal-asalan, secara nyata akan berpengaruh terhadap kehadiran pemilih di TPS saat coblosan pilkada 9 Desember depan.

“Bisa dipastikan, bila dalam dua minggu ini KPU dan Panwaslu sebagai penyelenggara pemilu tidak memperbaiki diri, maka kehadiran pemilih di TPS akan turun,” ujar dia.

Keyakinannya pemilih di TPS akan turun itu juga sudah terlihat dari hasil survey. “Sesuai survey internal yang kami lakukan, persepsi masyarakat terhadap tanggal dilaksanakan Pilkada saja baru 67% yang mengetahui. Ini belum lagi tentang pemahaman pentingnya pilkada yang hanya mencapai 54%, termasuk rendahnya pemahaman pemilih tentang visi misi dan program yang diusung calon. Ini benar-benar mengkhawatirkan,” kata Agatha.

Kreativitas KPU, imbuh Agatha, menjadi sorotan karena Peraturan KPU dengan jelas mengatur bahwa pasangan calon dan tim kampanye dilarang memasang iklan di media elektronik.

“KPU Surabaya dan Sidoarjo harus kreatif, seharusnya sejak jauh hari memanfaatkan viral persebaran lewat jalur sosial media atau media elektronik yang tidak memakan banyak biaya, tapi efektif dalam mendorong kehadiran pemilih, terutama pemilih pemula,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Untari Minta Aspirasi Kades soal KDMP Disampaikan Resmi ke Pemerintah Pusat

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno meminta para kepala desa (Kades) menyusun dan ...
LEGISLATIF

Reses di Tuban, Ony Setiawan Soroti Krisis Air Irigasi dan Alih Fungsi Lahan Hutan di Senori

TUBAN – Masa Reses Persidangan III Tahun 2026 Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan dimanfaatkan ...
LEGISLATIF

Nila Yani Dorong UMKM Kuliner Gresik Kuasai Fotografi Storytelling untuk Rebut Pasar Gen Z

GRESIK – Anggota DPR RI Nila Yani Hardiyanti dari Fraksi PDI Perjuangan mendorong pelaku UMKM kuliner di Kabupaten ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Tuntaskan 93,6 Persen Pengadaan Lahan Tol Kertosono–Kediri

Pemkab Kediri menuntaskan 93,6 persen pengadaan lahan Tol Kertosono–Kediri dan mempercepat penyelesaian Tol ...
LEGISLATIF

Kanang Soroti Pengalihan Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih, Khawatir Hambat Pembangunan Desa

NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang, menyoroti kebijakan pengalihan sebagian Dana Desa ...
KRONIK

Bupati Fauzi Serahkan BLT-DBHCHT pada Ribuan Buruh dan Petani Tembakau

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil ...