Pilkada 2020, PDI Perjuangan Targetkan Menang 60 Persen

Loading

JAKARTA – Wakil Sekjen PDI Perjuangan Arif Wibowo mengatakan, bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menargetkan kemenangan sebesar 60 persen pada Pilkada 2020. Hal itu disampaikan Megawati dalam forum internal saat Rakernas I PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

“Kita harus memenangkan Pilkada Serentak 2020, keputusan kongres target kita 60 persen. Maka dikasih arahan secara jelas dan tegas bagaimana mengonsolidasi memenangkan pilkada di daerah-daerah yang sudah dipetakan dengan baik oleh partai,” kata Arif di lokasi Rakernas, Sabtu (11/1/2020).

Menurutnya, PDI Perjuangan akan memerhatikan kepentingan partai dan rakyat. “Memenangkan partai itu jelas, bahwa partai harus diuntungkan dengan kemenangan dalam pilkada. Rakyat juga sudah jelas, agar politik anggaran politik di daerah itu berpihak sama sekali kepada rakyat,” ujarnya.

Dia pun mengatakan daerah yang jadi ‘jagoan’ PDI-P adalah daerah yang unggul di Pemilu 2019 lalu. Arief mencontohkan Bali dan Jawa Tengah.

“Tentu seperti Bali, Jawa Tengah, ya memang basis utama dan daerah yang dalam hitungan kami punya potensi untuk menang,” jelasnya.

Arif juga mengatakan, Partainya tidak meminta mahar politik kepada calon yang ingin maju pada Pilkada 2020. Menurutnya, PDI Perjuangan merupakan partai pionir yang tak mempraktikkan politik mahar dalam penjaringan calon kepala daerah.

“Sejak awal kami adalah partai yang pertama kali membuka pendaftaran atau penjaringan tanpa mahar,” jelasnya.

Namun, dia menyebut akan ada biaya-biaya tertentu yang harus dikeluarkan calon kepala daerah atau partai. Salah satunya adalah biaya alat peraga kampanye (APK) untuk kebutuhan calon itu sendiri.

“Misalnya untuk honor saksi, untuk kampanye lapangan, baliho, spanduk, pasti kan ada biaya. Itu yang akan jadi konsekuensi pembiayaan yang akan dilakukan gotong royong,” ujarnya.

PDIP juga bakal menimbang masak-masak pasangan calon yang akan diusung. Arif mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil survei di lapangan.

“Kami kan menunggu survei. Kami memastikan proses dinamika di lapangan meyakinkan bagi kami bahwa kami akan segera memberikan rekomendasi kepada daerah-daerah yang kami anggap meyakinkan bahwa dinamikanya bisa dikendalikan dan kami akan menang,” tuturnya. (goek)