oleh

Pilgub Jatim, PDIP Buka Ruang Koalisi dengan Parpol Lain

JAKARTA – PDI Perjuangan akan membuka ruang untuk berkoalisi dengan partai lain dalam perhelatan Pilgub Jawa Timur 2018. Hanya, sampai sekarang PDIP belum menentukan partai mana yang akan diajak kerjasama mengusung calon gubernur.

“Pembicaraan dengan partai lain sudah ada, tapi belum tahapan koalisi,” kata Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPP PDI Perjuangan Arif Wibowo, kemarin.

Sebelum mengusung calon dan menjalin koalisi, pihaknya akan melaksanakan mekanisme penjaringan yang sudah ditetapkan partainya.

Tahapan penjaringan akan dimulai Juni depan. Di antaranya dengan melakukan survei internal dan eksternal, pemetaan politik, penelusuran rekam jejak calon.

Anggota Komisi II DPR RI itu mengatakan, elektabilitas dan popularitas calon masuk dalam tahapan pemetaan politik. Selain itu, pihaknya juga melihat tingkat penerimaan partai dan massa partai terhadap calon tersebut.

Legislator asal dapil IV Jatim ini menegaskan, pihaknya pasti akan menjalin koalisi, karena kursi PDIP di DPRD Jatim hanya 19. “Kurang satu, kami siap berkoalisi,” tutur dia.

Sementara itu, terkait rencananya maju sebagai calon gubernur, Wagub Jatim Saifullah Yusuf yang sudah mendapatkan dukungan dari PKB, juga akan mencari dukungan ke PDI Perjuangan.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini rencananya akan mengambil formulir pendaftaran di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim pekan depan.

Terkait ini, pengamat politik asal Universitas Airlangga Surabaya Haryadi, M.Si tidak sepakat dengan adanya pendapat yang mengatakan jika berkoalisi dengan PKB maka PDIP tidak perlu lagi menggelar proses penjaringan Bacakada untuk Pilgub Jatim 2018.

Dia menegaskan, meskipun telah mendapatkan dukungan dari PKB, Gus Ipul sebaiknya tetap mendaftarkan diri dalam proses penjaringan yang dilakukan PDIP.

“Setahu saya, prosedur di PDI Perjuangan kalau bukan kader, maka harus ikut proses tahapan penjaringan,” ujar Haryadi.

Dia berpendapat, merupakan ide yang bagus jika Gus Ipul bisa menyatukan kelompok agamis dengan nasional di Jatim, dengan cara mendekati sekaligus merangkul keduanya, apapun latar belakang dan partainya.

“Kalau di Jatim PDIP berhasil dirangkul, dan koalisi dengan PKB serta dukungan kiai mainstream, begitu dicalonkan resmi, maka praktis Pilgub Jatim sudah selesai,” tuturnya. (goek)