oleh

Petugas Pajak Terbunuh, Said: Terus Buru Wajib Pajak Bandel

pdip-jatim-said-abdullah-diwawancaraJAKARTA – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah berharap, peristiwa tewasnya Juru Sita Pajak Negara (JSPN) korban pembunuhan pengusaha wajib pajak di Sibolga, Sumatera Utara, tidak mengendorkan upaya penagihan pajak.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu minta aparat pajak tidak gentar mengejar wajib pajak bandel, yang terus berupaya menghindari kewajiban membayar pajaknya. Pengejaran secara intensif harus dilakukan, terutama bagi wajib pajak (WP) yang nominalnya besar.

“Kami minta Ditjen Pajak terus melakukan upaya penagihan terhadap wajib pajak tanpa kompromi,” tegas Said Abdullah kepada wartawan di gedung DPR, Rabu (13/4/2016).

Diberitakan, JSPN bernama Parada Toga Fransriano S. dan seorang anggota satuan pengamanan (Satpam) Soza Nolo Lase yang bekerja di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sibolga tewas ketika menjalankan tugas penagihan pajak. Keduanya meninggal setelah ditikam oknum WP berinisial AL.

Said menambahkan, kasus terbunuhnya aparat pajak harus menjadi pelecut bagi aparat pajak agar semakin intensif memburu para pengemplang pajak itu. Karena itu, upaya teror semacam ini harus dilawan.

“Kejadian ini tidak boleh ditolerir. Pelakunya harus diusut sampai tuntas. Apalagi tunggakan pajaknya sangat besar sekali mencapai Rp 14 miliar,” terang legislator yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.

Said juga mengingatkan, upaya memburu pengemplang pajak ini tidak boleh dilakukan setengah hati. Pasalnya, pajak merupakan sumber penerimaan negara yang sangat penting dalam menopang pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dalam negeri.

“Apalagi, besar-kecilnya pajak akan menentukan kapasitas anggaran negara, baik untuk pembiayaan pembangunan maupun anggaran rutin. Pajak sebagai instrumen fiskal yang merupakan penerimaan negara yang digunakan untuk memenuhi kemakmuran rakyat,” urai politisi asal Sumenep, Madura ini.

Oleh karena itu, tambah Said, semua wajib pajak bandel, harus ditagih kewajiban pajaknya. Hal ini penting mengingat  kontribusi sektor perpajakan terhadap pembangunan bangsa ini sangat besar.

“Bangsa ini sekarang tengah berusaha agar target penerimaan pajak dan  cukai harus tercapai karena kontribusinya sangat  signifikan,” tuturnya. (goek)

rekening gotong royong