Jumat
31 Juli 2026 | 1 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Petani dan Pelaku UMKM Kopi Gombengsari Sepakat Ipuk Lanjutkan Program Ekonomi Desa

PDIP-Jatim-Ipuk-29102024

BANYUWANGI – Dukungan untuk pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani-Mujiono, semakin kuat. Gabungan petani kopi di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, sepakat Ipuk melanjutkan pembangunan Banyuwangi.

Warga merasa program pengembangan ekonomi desa yang dijalankan Ipuk selama ini konkret dan telah memberi dampak positif bagi warga.

Ketua Kelompok Tani Kopirejo, Gombengsari, Taufik, mengatakan bahwa berbagai program yang disampaikan Ipuk dan Mujiono dalam debat publik, Minggu (27/10/2024) malam, telah nyata membantu perekonomian warga.

“Saya melihat langsung debat semalam. Apa yang disampaikan Bu Ipuk dalam debat sangat komplit. Kami merasakan dampaknya, terutama di sektor pertanian, peternakan dan UMKM,” ujar Taufik usai bertemu Ipuk, Senin (28/10/2024).

Menurutnya, program UMKM Naik Kelas menjadi salah satu yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga Gombengsari. Banyak warga kini mulai mengembangkan usaha sampingan dengan mengolah hasil pertanian kopi menjadi produk jadi.

Hal itu berkat dukungan pelatihan dan bantuan usaha yang diberikan Ipuk melalui Dinas Pertanian dan Pangan selama 3,5 tahun menjabat Bupati Banyuwangi.

“Ini dampak langsung dari program Bu Ipuk. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut untuk kemajuan desa,” tuturnya.

Ketua Gapoktan Gombengsari, Haryono, menambahkan bahwa program Ipuk yang memperhatikan aspek legalitas kopi lokal juga diminta dilanjutkan. Dengan Indikasi Geografis (IG), kopi Banyuwangi kini terlindungi dari klaim luar.

“Adanya IG untuk kopi Banyuwangi sangat penting. Ini tidak hanya untuk pemberdayaan, tetapi juga perlindungan. Kami sangat terbantu dengan kebijakan ini,” jelas Haryono.

Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Banyuwangi itu juga mengatakan, luasan pertanian kopi Banyuwangi mencapai 9.700 hektare yang tersebar di 7 kecamatan penghasil kopi.

Penggiat kopi dari Kalipuro hingga Kalibaru, imbuh Haryono, sebagian telah mendapatkan nomor IG, tinggal menunggu sertifikat yang belum turun.

Selain itu, Haryono juga menjelaskan, harga kopi robusta yang dulunya berkisar di harga Rp15-20 ribu per 200 gram kemasan, tiga tahun terakhir terus meroket hingga Rp45 ribu per 200 gram untuk robusta, Rp55 ribu kopi lanang, Rp65 ribu untuk arabika, dan kopi luwak Rp195 ribu dalam kemasan yang sama.

“Kenaikan ini menjadi bukti keberhasilan program Bu Ipuk dalam mendorong legalitas dan pengembangan sektor pertanian kopi,” ungkap Owner Kopi Lego itu.

Sementara Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku senang melihat program-program yang ia jalankan bermanfaat untuk masyarakat.

“Alhamdulilah, kami senang program yang digulirkan berdampak bagi masyarakat,” ujar Ipuk.

Politisi PDI Perjuangan itu berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai program yang telah berjalan baik.

“Program ini akan kami tingkatkan agar lebih banyak masyarakat berdaya ekonomi dan desa semakin maju,” tandasnya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Prioritaskan Aspirasi Keselamatan Warga, Yordan Soroti Lampu Penyeberangan Rusak dan Kabel Berbahaya

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara Goa, memprioritaskan tindak lanjut ...
SEMENTARA ITU...

Tantri Bararoh: Buzzer dan Serangan Pribadi di Medsos Jadi Ancaman Baru Demokrasi

Tantri Bararoh mengingatkan buzzer, hoaks, dan serangan pribadi di media sosial menjadi ancaman baru demokrasi ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Komitmen Kawal Kebijakan dan Anggaran untuk Keberlanjutan Kebun Raya Mangrove

DPRD Kota Surabaya berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran untuk pengembangan Kebun Raya Mangrove sebagai model ...
LEGISLATIF

Serap Aspirasi di Bangilan Tuban, Ony Setiawan Tampung Keluhan Petani hingga Gen Z

TUBAN–Reses masa persidangan III Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan di Dusun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Serap Aspirasi Warga Ngawi, Jalan Rusak hingga Kekeringan Jadi Sorotan

NGAWI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa, memanfaatkan masa reses untuk menyerap ...
KRONIK

Titik Impas Harga Tembakau 2026 Naik, Bupati Fauzi: Keberpihakan kepada Petani

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi menetapkan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) musim panen 2026 ...