Jumat
30 Oktober 2026 | 9 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pesan Puan untuk Komjen Listyo: Penegakan Hukum Tak Pakai Kacamata Kuda

pdip-jatim-puan-listyo-sigit-210121-1

JAKARTA – Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, sudah mendengarkan paparan visi dan misi Komjen Listyo Sigit Prabowo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Kepala Kepolisian RI di Komisi III DPR. 

Puan menilai, Listyo memiliki semangat transformasi membawa Polri menjadi lebih baik. “Kita sudah mendengarkan visi-misi calon kapolri saat uji kelayakan. Ada semangat transformasi di tubuh Polri,” kata Puan dalam keterangan pers, Kamis (21/1/2021). 

Puan mengatakan, ada tiga pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan Listyo saat resmi menjadi Kapolri. Yakni penegakan hukum, pelayanan publik, dan reformasi internal. 

Puan berharap, penegakan hukum tidak melihat dari kacamata kuda, tetapi mengedepankan aspek sosial dan kemasyarakatan. 

“Penegakan hukum agar ada keadilan restoratif. Penegakan hukum tidak memakai kacamata kuda, tetapi melihat konteks masalah dan memperhatikan aspek-aspek sosial kemasyarakatan,” ujar dia. 

Selain itu, puan mengatakan, pelayanan Polri terhadap masyarakat harus ditingkatkan. Ia mendorong Polri menggunakan teknologi dalam pelayanan publik mengingat jumlah personel terbatas. “Intinya polisi harus responsif terhadap pengaduan masyarakat,” ucap dia. 

Lebih lanjut, Puan minta Polri meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang fokus pada sikap dan mental anggota kepolisian agar bekerja secara profesional. 

Diberitakan, Komjen Listyo Sigit Prabowo disetujui Komisi III DPR sebagai Kapolri terpilih menggantikan Jenderal Idham Azis dalam rapat pengambilan keputusan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021) sore. 

Dalam rapat tersebut, sembilan fraksi di DPR secara bulat mendukung Listyo Sigit sebagai Kapolri usai digelarnya uji kelayakan dan kepatutan calon kapolri. 

Tak hanya itu, Komisi III juga menyampaikan harapan agar ke depannya institusi Polri lebih maju dan presisi, yakni prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan. 

Adapun dalam uji kelayakan dan kepatutan terdapat sejumlah komitmen yang ingin ditunaikan Listyo jika menjabat sebagai Kapolri. Berikut beberapa di antaranya: 

1. Tak boleh hukum tajam ke bawah tumpul ke atas

Listyo menegaskan akan mengedepankan pendekatan yang humanis di kepolisian. Ia mengatakan, di masa mendatang, tidak boleh lagi penegakan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

2. Polantas tak perlu menilang 

Listyo menuturkan akan mulai mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik di bidang lalu lintas. Penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik yang dimaksud adalah melalui electronic traffic law enforcement (ETLE).

3. Hidupkan Pam Swakarsa 

Listyo juga berkomitmen akan menghidupkan kembali Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa atau Pam Swakarsa untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. 

“Ke depan, tentunya Pam Swakarsa harus lebih diperanaktifkan dalam mewujudkan harkamtibmas, jadi kita hidupkan kembali,” kata Listyo.

4. Rekomendasi Komnas HAM 

Dalam uji kelayakan, Listyo juga berkomitmen menuntaskan kasus-kasus yang menjadi sorotan masyarakat. Salah satu kasus yang disoroti publik beberapa minggu terakhir terkait tewasnya enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. 

Listyo mengaku akan menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM atas bentrokan anggota Polda Metro Jaya dan laskar FPI.

5. Perangi terorisme dan narkoba 

Sementara itu, terkait terorisme, Listyo mengatakan, tidak ada satu agama pun yang mengajarkan terorisme. 

“Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan terorisme. Semua agama mengajarkan kasih sayang, termasuk Islam yang di dalamnya mengajarkan Islam rahmatan lil alamin,” kata Listyo.

6. Kampanye virtual police libatkan influencer 

Terakhir, Listyo mengatakan akan menghadirkan polisi dunia maya atau virtual police apabila memimpin institusi Korps Bhayangkara nantinya. Ia menuturkan, polisi dunia maya berbeda dari polisi siber atau cyber police yang bertugas melakukan penegakan hukum. 

“Dengan virtual police, maka akan lebih mengarah pada hal-hal yang bersifat edukasi,” tutur Listyo. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sonny Salurkan 37 Alsintan pada 36 Kelompok Tani Bondowoso

BONDOWOSO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyerahkan bantuan 37 unit alat dan mesin pertanian ...
KRONIK

Peringati Sumpah Pemuda, Aktivis Repdem Jatim Bersihkan Sampah Gunung Penanggungan

Lebih dari 100 aktivis Repdem PDI Perjuangan Jatim membersihkan sampah di Puncak Bayangan Gunung Penanggungan dalam ...
KRONIK

HGU PT Makarti Dipersoalkan Warga Karangsari, Sonny: Banyak Opsi untuk Aksi

BANYUWANGI – Persoalan Hak Guna Usaha (HGU) PT Makarti mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang ...
LEGISLATIF

Lewat GCC, Novita Hardini Dorong Kesadaran Warga Kelola Sampah dari Rumah

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah dan ...
LEGISLATIF

Gus Falah Minta Pengedar Narkoba Diproses Maksimal, Soroti Bahaya Penyalahgunaan Vape

LAMONGAN – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah, meminta aparat kepolisian memproses hukum ...
LEGISLATIF

Hari Yulianto: Anggaran Rp300 Juta Tak Cukup Tanpa Kesadaran Masyarakat Kelola Sampah

Hari Yulianto menegaskan kesadaran masyarakat menjadi kunci mengatasi sampah. Rencana BKK Rp300 juta Sidoarjo pada ...