Pernah Terpapar Covid, Armuji Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

 67 pembaca

SURABAYA – Wakil Wali Kota Armuji mengajak warga Surabaya yang sembuh dari paparan Covid-19 untuk berdonor plasma konvalesen. Hal ini untuk membantu PMI Surabaya yang stok plasma konvalesen-nya sudah habis, sementara permintaan makin banyak.

“Kepedulian setetes darah konvalesen ini akan bisa menyelamatkan sesama dalam situasi pandemi begini. Mari berdonor demi menyelamatkan nyawa sesama,” ajak Armuji di Surabaya, Rabu (30/6/2021).

Wawali yang juga pernah terpapar covid ini mengatakan, semakin didonorkan semakin sehat karena ada peremajaan dalam darah.

Kader PDI Perjuangan yang akrab disapa Cak Ji ini masih akan berkonsultasi dengan dokter untuk melanjutkan donor plasma konvalesen.

Dia ingin berdonor lagi jika diizinkan, mengingat makin banyak pasien Covid-19 yang membutuhkan plasma ini. Sebagaimana saran kesehatan, donor plasma bagi penyintas covid-19 baru diperkenankan donor setelah tiga bulan sembuh.

Mantan Ketua DPRD Surabaya ini sempat terpapar corona dan dua minggu di ICU. Setelah melewati masa sulit dan sembuh total, Cak Ji sudah berdonor plasma konvalesen.

Menurutnya, kekuatan doa dari semua elemen masyarakat adalah kekuatan luar biasa. Cak Ji pun terus mendorong agar warga penyintas Covid-19 mendonorkan plasma mereka.

“Saya bisa merasakan situasi sulit saat dihantam covid-19. Masih banyak warga Kota Surabaya yang terpapar. Butuh kepedulian kita semua untuk berdonor. Mari dengan kesadaran berdonor plasma demi kesembuhan pasien covid yang lain,” imbaunya.

Armuji juga menyampaikan, kunci keberhasilan Pemkot Surabaya menekan laju Covid-19 dengan memasifkan 3 T yaitu Tracing, Testing dan Treatment.

“Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Kesehatan, Rumah sakit dan Seluruh Tenaga Kesehatan sudah berjuang Keras menekan laju infeksi Covid-19 dan memberikan upaya medik terbaik bagi mereka yang terinfeksi dengan gejala,” ujarnya.

Angka Harian infeksi Covid-19 di Kota Surabaya saat ini fluktuatif di kisaran 60 – 70 orang tambahan kasus harian. Paling tinggi tanggal 22 Juni 2021 ada tambahan 70 Kasus , berturut- turut tanggal 23 – 27 Juni 2021 ada 62 Kasus, 59 Kasus, 69 kasus, 55 kasus dan 63 kasus.

“Saat ini kita sudah mencapai 1,3 Juta orang yang sudah divaksin dan memulai vaksinasi bagi warga yang usia di atas 18 tahun. Percepatan vaksinasi dalam rangka membentuk kekebalan komunal,” ungkapnya. (goek)