TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan bahwa pengisian pejabat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bukan sekadar kebutuhan struktural, melainkan langkah strategis untuk memperkuat agenda kepemudaan di daerah.
Penegasan itu disampaikan saat melantik tiga pejabat administrator dan pengawas Dispora, Jumat (6/2/2026).
Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggalek, menyebut berdirinya Dispora sebagai OPD mandiri sejak 1 Januari 2026 menuntut kesiapan organisasi agar langsung bekerja dan menjawab ekspektasi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Karena dinasnya baru, tentu personelnya harus segera diisi agar roda organisasi bisa langsung berlari dan memenuhi harapan masyarakat,” ujarnya dalam prosesi pelantikan di ruang Paringgitan, Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Tiga pejabat yang dilantik yakni Iwan Kukuh Ariffianto sebagai Sekretaris Dispora, Windu Setiyadi sebagai Kepala Bidang Kepemudaan, serta Nining Lestari sebagai Kasubbag Umum dan Kepegawaian.
Mas Ipin menegaskan, pemilihan ketiganya didasarkan pada kebutuhan dan kapabilitas yang relevan dengan tantangan kepemudaan saat ini. Penunjukan Iwan Kukuh yang berlatar belakang informatika, misalnya, diarahkan untuk menjembatani Dispora dengan karakter anak muda yang tumbuh di era digital native dan digital nomad.
Dengan pengalaman tersebut, Dispora diharapkan mampu menghadirkan platform digital kepemudaan yang tidak hanya memfasilitasi peningkatan keterampilan sesuai minat, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk menangkal informasi hoaks.
Selain itu, Mas Ipin juga mendorong lahirnya konten-konten kepemudaan yang kreatif, termasuk inisiatif kursus bahasa Inggris sebagai bekal anak muda agar lebih percaya diri mengakses peluang di tingkat nasional hingga global.
“Dengan menguasai bahasa Inggris, pemuda akan memiliki keberanian untuk membuka diri pada informasi dan kesempatan yang lebih luas,” tambah alumnus Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya tersebut.
Meski tergolong OPD baru, Mas Ipin menilai Dispora memikul tanggung jawab besar karena bersentuhan langsung dengan banyak sektor strategis. Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas dinas, mulai dari Dinas Pertanian untuk program petani milenial, Bakesbangpol dalam penguatan organisasi kepemudaan, hingga Dinas Komidag untuk pengembangan kewirausahaan.
“Urusan pemuda harus terhubung dengan ketahanan pangan sampai penciptaan lapangan kerja. Saya minta dinas-dinas yang ada untuk saling berkolaborasi,” tegas bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut.
Di bidang olahraga, Mas Ipin tetap mendorong peningkatan prestasi yang ditopang sarana prasarana memadai serta iklim kompetisi yang sehat, baik melalui KONI maupun KORMI. Dispora juga diharapkan aktif menarik penyelenggaraan multi-event tingkat provinsi dan nasional ke Trenggalek.
Langkah tersebut sejalan dengan visi RPJMD Trenggalek untuk mewujudkan “Kota Atraktif” melalui penyelenggaraan event kepemudaan dan olahraga yang berkelanjutan. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










