Jumat
16 Oktober 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringati HSN 2022, Plt Bupati Marhaen Minta Santri Jaga 4 Hal Ini

IMG-20221023-WA0016_copy_900x507

NGANJUK – Ratusan Santri dari berbagai Pondok Pesantren di Kota Nganjuk mengikuti apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2022 di alun-alun Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (22/10/2022).

Acara diikuti bukan hanya dari santri. Juga berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam organisasi, khususnya banom Nahdlatul Ulama (NU) juga mengikuti apel ini.

Apel dipimpin langsung oleh Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Tampak hadir Ketua DPRD Tatit Heru Tjahjono beserta forkopimda dan OPD se-Kabupaten Nganjuk. Mereka serentak berbaju putih dengan kopiah hitam yang telah menjadi identitas nasional serta bersarung. Begitupun para peserta.

Apel bertema ‘Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’ ini dimulai pukul 7 pagi. Setelah apel dilanjut dengan dan pemberian hadiah secara simbolis kepada para pemenang lomba MTQ se-Kabupaten Nganjuk. Acara diramaikan dengan penampilan drama kolosal dari anggota Sarbumusi Kabupaten Nganjuk dengan cerita santri masa Kolonial.

Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan makna Hari Santri yang tidak hanya untuk santri.

“Hari Santri ini untuk semuanya, jadi makna santri ini meluas. Ada tiga makna yang meluas, salah satunya yakni hari santri yang orang sering mendefinisikan ini hanya untuk kalangan Nahdliyin. Padahal semua boleh mengikuti, boleh merayakan” tutur Marhaen yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Makna yang meluas lainnya adalah kopiah hitam yang identik dengan kaum muslim, padahal itu sudah menjadi identitas nasional yang siapapun boleh memakainya. Makna yang meluas yang terakhir adalah merdeka yang juga menjadi identitas nasional.

Marhaen berharap di HSN ini para Santri bisa menjaga 4 hal. “Kita berharap di hari santri ini kita ajarkan PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945) itu yang harus kita jaga bersama-sama” harapnya.

Dirinya juga berharap Santri di Kabupaten Nganjuk mampu berdaya saing. Sehingga bisa membangkitkan gairah ekonomi agar perekonomian Nganjuk semakin meningkat.

Ia juga menjelaskan bahwa serangkaian acara hari santri ini tidak hanya upacara yang dilangsungkan tepat pada tanggal 22 Oktober. Tapi juga serangkaian acara lainnya seperti Lomba MTQ, lomba qosidah juga nanti akan ditutup pada puncak acara tanggal 30 Oktober 2022.

“Selain acara Hari Santri kita juga sekaligus peringati Maulid Nabi. Tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun non fisik” pungkas Marhaen. (eng/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...