oleh

Peringati Bulan Bung Karno, Ratusan Banteng Banyuwangi Semarakkan Festival Bakar Ikan

-Kronik-9 kali dibaca

BANYUWANGI – Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Bakar Ikan Nusantara dengan lomba memasak dan makan bareng sajian kuliner Nusantara di Pantai Wisata Gumuk Katong, Kecamatan Muncar, Sabtu (25/6/2022).

Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, kegiatan bakar ikan dan makan bareng sajian kuliner Nusantara dari buku kuliner warisan Bung Karno ā€¯Mustika Rasa” tersebut, merupakan refleksi dalam memperingati Bulan Bung Karno tahun 2022.

“PDI Perjuangan Banyuwangi turut berpartisipasi dalam menyemarakkan Bulan Bung Karno tahun 2022 ini dalam bingkai kebersamaan yang harmoni untuk Indonesia Raya sebagai wujud dari sikap berkepribadian dalam kebudayaan sesuai Trisakti Bung Karno,” ujar Made.

Ketua DPRD Banyuwangi tersebut mengungkapkan, jika festival bakar ikan yang dilaksanakan PDI Perjuangan Banyuwangi tersebut juga sebagai upaya dalam mempopulerkan sektor perikanan di Kabupaten Banyuwangi.

“Banyuwangi merupakan daerah yang memiliki potensi di sektor perikanan, baik ikan tawar maupun ikan laut, yang cukup melimpah. Jadi, kegiatan ini menjadi momentum untuk lebih memperkenalkan potensi perikanan kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, H. Sugirah, mengatakan bahwa festival bakar ikan dan makan bersama sajian khas Nusantara warisan Bung Karno yang digelar PDI Perjuangan tersebut, dapat menjadi sarana untuk mengampanyekan kepada masyarakat akan pentingnya makan ikan sebagai sumber protein, sekaligus melestarikan resep masakan Nusantara agar generasi ke depan bisa terus menikmati kelezatan sajian kuliner khas Nusantara.

“Bukan hanya untuk menyemarakkan bulan Bung Karno, kegiatan ini juga sarana mengampanyekan kepada masyarakat pentingnya makan ikan, baik ikan laut maupun tawar sebagai sumber protein hewani yang sangat kaya nutrisi, sekaligus upaya untuk terus merawat kekayaan kuliner Nusantara yang diinisiasi Bung Kamo dalam buku Mustika Rasa,” ujar Sugirah. (ryo/set)