Minggu
21 Juni 2026 | 3 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringatan HUT RI Teguhkan Kembali Totalitas dan Dedikasi kepada Bangsa

pdip-jatim-hasto-resmikan-kantor-dpc-sumenep.

pdip-jatim-hasto-resmikan-kantor-dpc-sumenep.JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, PDI Perjuangan lahir dalam semangat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

PDI Perjuangan, sebut Hasto, juga tumbuh dari ruang batin rakyat kecil, bergerak dari akar rakyat, mengembangkan amanah penderitaan rakyat dalam cita-cita politik.

“PDI Perjuangan bertanggung jawab penuh menciptakan kondisi politik yang mencerahkan, kondisi politik yang mendidik rakyat agar mengerti apa itu fungsi politik dalam kesehariannya,” kata Hasto, dalam upacara peringatan HUT ke-71 RI di halaman kantor DPP PDI Perjuangan, Rabu (17/8/2016).

Pada kesempatan itu, Hasto juga mengingatkan, peringatan kemerdekaan kali ini merupakan momentum penting bagi PDI Perjuangan untuk meneguhkan kembali totalitas dan dedikasi kepada bangsa.

Menurutnya, narasi kemerdekaan bertujuan membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan.

“Narasi inilah yang harus mewarnai seluruh keputusan politik sehingga nampaklah wajah politik yang berkebudayaan, yang terus mengikis berbagai bentuk kemiskinan, ketidakadilan, dan kebodohan,” ujarnya.

Upacara peringatan HUT ke-71 RI kali ini dimeriahkan alunan musik marching band. Kelompok marching band itu berasal dari regu Gita Bagasasi Bekasi.

Selain marching band, yang bertindak sebagai pengibar bendera dalam upacara ini adalah kelompok Pasukan Pengibar Bendera dari SMA 67 Jakarta Timur. Kelompok ini merupakan pemenang dalam kejuaraan Paskibra yang diselenggarakan PDI Perjuangan, Sabtu (13/8/2016) lalu.

Terkait siswi SMA Islam Dian Didaktika Depok, Gloria Natapradja Hamel (16) yang batal dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka karena persoalan kewarganegaraan dan memiliki paspor Perancis, Hasto mengatakan, hal ini tak lepas adanya kasus yang dialami pejabat negara yang juga memiliki masalah kewarganegaraan.

“Tentu saja masalah ini muncul ketika ada pejabat negara yang memiliki kewarganegaraan ganda,” jelas Hasto.

Dia menilai, dengan terpilih menjadi anggota Paskibraka, Gloria ikut menghikmati rasa nasionalisme dalam kemerdekaan. Menurutnya, Gloria juga menempuh langkah yang baik untuk menghormati sangsaka merah putih dengan menjadi Paskibraka.

“Tapi bagaimana pun, undang-undang harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ucap Hasto.

Seperti diberitakan, Menteri ESDM Arcandra Tahar telah diberhentikan dari jabatannya karena masalah kewarganegaraan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Bumikan Pemikiran Bung Karno Lewat Bedah Buku

MADIUN – Untuk membumikan ajaran dan pemikiran Sang Proklamator, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun sukses ...
HEADLINE

Said Abdullah Dorong Tarif Cukai Afirmatif untuk Pabrikan Rokok Golongan III

Anggota Komisi XI sekaligus Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendorong kebijakan afirmatif tarif cukai bagi ...
KABAR CABANG

Haul ke-56 Bung Karno, PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Sarasehan dan Doa Bersama

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar Sarasehan dan Doa Bersama di Aula Kantor DPC ...
LEGISLATIF

Romy Soekarno Salurkan 2.500 Beasiswa PIP untuk Siswa di Blitar Raya

Anggota DPR RI Romy Soekarno menyalurkan 2.500 beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi bagi siswa di ...
KRONIK

Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep, Tampilkan Tari Sintong, Keris hingga Migas

SUMENEP – Logo Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi identitas visual perayaan, tetapi juga ...
KABAR CABANG

Dari Jombang ke Pusara Sang Proklamator, Perjalanan Ratusan Kader Banteng Menjaga Api Perjuangan Bung Karno

Ratusan kader PDI Perjuangan Jombang menempuh perjalanan ke Makam Bung Karno di Blitar. Ziarah kebangsaan ini ...