Rabu
30 September 2026 | 4 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Haul ke-56 Bung Karno, PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Sarasehan dan Doa Bersama

PDIP-Jatim DPC Tulungagung 21062026

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar Sarasehan dan Doa Bersama di Aula Kantor DPC setempat, pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Kegiatan dalam rangka Haul ke-56 Bung Karno ini mengusung tema “Bung Karno, Sumber Inspirasi Perjuangan Bangsa” dan dihadiri seluruh pengurus DPC, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung, KSB PAC se- Kabupaten Tulungagung, tokoh masyarakat, dan tokoh lintas agama.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, mengatakan, Haul ke-56 Bung Karno di Kabupaten Tulungagung menjadi momentum refleksi kebangsaan untuk kembali menguatkan nilai persatuan, kemandirian, dan keadilan sosial di tengah berbagai tantangan bangsa saat ini.

Menurutnya, Haul Bung Karno tidak hanya menjadi agenda mengenang wafatnya Presiden pertama Republik Indonesia yang diperingati setiap 21 Juni, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan nilai dan gagasan Bung Karno yang relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tapi memiliki makna penting dalam sejarah bangsa karena memuat tiga momentum besar, yakni Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, dan hari wafat Sang Proklamator pada 21 Juni,” ujar Erma.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menambahkan, Bulan Juni merupakan momentum untuk mengingat fondasi bangsa Indonesia yang dibangun Bung Karno, yakni persatuan, kedaulatan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia karena semangat toleransi akan menjadi kekuatan sebuah bangsa.

“Pemikiran Bung Karno lain yang sangat penting, dan dianggap sebagai bangunan ideologi bangsa adalah Marhaenisme,” ucapnya.

Gagasan Marhaenisme, sebut Erma, dilahirkan dari perjumpaan Bung Karno dengan seorang petani bernama Marhaen di wilayah Bandung Selatan. Pertemuan tersebut memberi Bung Karno kenyataan pahit. Petani marhaen yang memiliki lahan dan alat produksi pertanian sendiri, tetapi hidup dalam keterbatasan akibat sistem ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat kecil.

“Cita-cita pendiri bangsa adalah sebuah kemerdekaan yang menghadirkan kesejahteraan, maka negara harus hadir memastikan rakyat tidak terjebak dalam kemiskinan yang lahir dari ketidakadilan sistem,” terangnya.

Erma menjelaskan, pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945, Bung Karno membacakan Pancasila untuk pertama kalinya dan selanjutnya menjadi wadah dan dasar untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Cita-cita proklamasi adalah mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Namun cita-cita itu tetap terhalang dengan adanya kolonialisme.

“Kolonialisme dan tantangan bangsa saat ini tidak berupa perang senjata, tapi sebuah sistem dominasi ekonomi yang menciptakan ketergantungan,” jelasnya.

Menurut Erma, tantangan zaman saat ini harus dijawab dengan Trisakti Bung Karno, yakni berdikari di bidang ekonomi, berdaulat di bidang politik, dan berkepribadian di bidang budaya.

Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, Indonesia harus menjadi bangsa yang mampu mengelola sumber daya dan kekuatannya sendiri sehingga tidak berada dalam bayang-bayang ketergantungan bangsa lain.

“Pemikiran-pemikiran Bung Karno masih sangat relevan maka harus terus dibumikan kepada masyarakat. Semoga Indonesia ke depan bisa menjadi negara maju,” tundasnya.

Seperti diketahui, tokoh lintas agama yang hadir dalam kegiatan sarasehan dan doa bersama, yakni perwakilan PCNU, Muhammadiyah, Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG), tokoh umat Hindu, Buddha, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME (HPK). (sin/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...
LEGISLATIF

Rencana Kementerian Haji dan Umrah Mengaudit Forensik BPKH, Abidin Fikri Setuju dengan Catatan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri meminta pemerintah, khususnya ...
KRONIK

Tiga Pilar Cup Ngawi; Sepakbola Lintas Profesi, Lariskan UMKM

NGAWI – Setiap sore, suasana di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi ramai oleh pertandingan sepak bola dan ...
LEGISLATIF

Pemkot-DPRD Surabaya Sepakat Desil Bukan Patokan Mutlak Penyaluran Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Surabaya sepakat tidak menjadikan klasifikasi desil dalam data ...