Kamis
03 September 2026 | 9 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Perempuan Jateng ‘Saweran’ untuk Kampanye Jokowi-JK

Khofifah 2 Jari
Khofifah 2 Jari
Khofifah Indar Parawansa saat di Kediri

SEMARANG – Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa berhasil mengumpulkan Rp 17.502.000, dari peserta Deklarasi Perempuan Jawa Tengah untuk Pemenangan Jokowi-JK di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, Semarang, Sabtu (14/6/2014). Hasil ‘saweran’ uang yang terkumpul itu akan disetorkan ke rekening sumbangan Kampanye Jokowi-JK.

“Siap urunan atau tidak? Kalau siap, saya mengajak urunan dan itu sekarang,” kata Khofifah. Sebelum kotak saweran diputar ke seluruh peserta, Khofifah yang juga juru bicara pasangan Jokowi-JK itu terlihat ikut menyumbang Rp 200.000 dalam bentuk dua lembaran uang Rp 100.000.

“Ada yang bilang mau kampanye kok minta-minta sumbangan. Tetapi inilah bentuk gotong-royong kita melahirkan pemimpin yang bersih,” ungkapnya.

Dalam orasinya, Khofifah juga mengajak para perempuan Jawa Tengah memaksimalkan seluruh kekuatan untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014.

“Waktu efektif kita tinggal 20 hari. tolong kita maksimalkan elemen dari seluruh partai pendukung dan seluruh elemen perempuan hebat di seluruh Jawa Tengah,” katanya.

Kejahatan Sistemik

Sementara, menyikapi penerbitan dan peredaran tabloid Obor Rakyat yang menjelek-jelekkan Jokowi, Khofifah menilai itu adalah sebuah kejahatan yang sistemik. “Karena yang satu dengan yang lain, tidak cukup confident lantas mereka memanas-manasi. Karena itu dicetak dan dibagi-bagi maka ini merupakan fitnah yang sistemik,” kata Khofifah.

Ia optimistis pihak kepolisian dan Bawaslu mengusut tuntas masalah ini. Apalagi menjelang bulan Ramadan dia berharap situasi politik menjadi lebih sejuk. “Kalau menurut saya tidak sulit untuk mengusut ini. Dan menjelang puasa ini mudah-mudahan bisa diredam dan dihentikan penerbitan dan peredarannya,” imbuhnya.

Khofifah mengaku mendapatkan informasi yang cukup dalam mengenai siapa saja dibalik tabloid Obor Rakyat dan tujuannya apa. Namun pihaknya menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan Bawaslu.

“Mulai dari terbit pertama saya sudah tahu. Menurut saya ini adalah sebuah kejahatan, dosa besar. Seyogianya polisi dan panwas proaktif karena memfitnah ini tidak boleh dibiarkan. Negara ini tidak bisa menjadi besar (dengan cara-cara ini),” katanya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Fraksi PDIP Jatim Dorong Sistem Rating SPPG, Pengawasan MBG Berbasis Risiko

SURABAYA – Untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur ...
SEMENTARA ITU...

Eri: Maulid Nabi Jangan Sekadar Bersholawat, Teladani Akhlak Rasulullah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan Maulid Nabi tidak cukup dengan bersholawat, tetapi harus diwujudkan ...
KABAR CABANG

Guntur Soroti Literasi Politik Anak Muda, Apatisme Harus Dijawab dengan Edukasi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menyoroti pentingnya meningkatkan literasi ...
LEGISLATIF

Khamim Perluas Potensi Susu Dusun Brau Lewat Festival Nyusu Bareng

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu Khamim Tohari mendorong potensi susu lokal Dusun Brau, ...
BERITA TERKINI

Keluhan Peziarah Berulang, Eri Perketat Pengawasan Anjal di Kawasan Makam Sunan Ampel

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pengawasan terhadap anak jalanan (anjal) dan pengamen di ...
KRONIK

Biaya Mahal Pilkades Dikhawatirkan Saring Kandidat Berkualitas

JEMBER – Mahalnya biaya pencalonan kepala desa mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Jember. Mereka khawatir ...