Senin
20 April 2026 | 4 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pengangkatan PNS Bidan Harus Pertimbangkan Masa Pengabdian

pdip-jatim-mega-bidan3

pdip-jatim-mega-pelindung-bidanJAKARTA – Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengatakan, upaya mengangkat bidan desa menjadi pegawai negeri sipil (PNS), harus mempertimbangkan masa pengabdian mereka.

Pertimbangan tersebut, kata Pelindung Bidan Indonesia itu, lebih pada faktor psikologis sang bidan, hubungan emosional dan kedekatannya dengan masyarakat yang sudah dibangun bertahun-tahun di desanya.

Menurut Megawati, saat ini bidan desa ada yang berstatus pegawai tidak tetap (PTT). Bidan PTT itu ada yang memegang SK pemerintah pusat, sebanyak 42.245 orang. Juga ada bidan PTT berdasarkan SK Pemerintah Provinsi.

“Jika menjadi PNS Daerah, anggaran tetap dari APBN dengan mekanisme transfer daerah untuk belanja pegawai, dana alokasi umum (DAU),” kata Megawati, saat berpidato di acara diskusi ‘Mencari Solusi Rekrutmen PNS yang Adil bagi Bidan PTT’, di Jakarta, Senin (2/5/2016).

Dengan SK Pusat, para Bidan PTT  harus dipertahankan menjadi “Pegawai Pemerintah Pusat”, sehingga ada jaminan program kesehatan dari pemerintah pusat tetap bisa dijalankan, tanpa terkait dengan suasana kondisi pilkada.

“Saya kira hal itu sudah berjalan selama ini. Para bidan desa tetap menjalankan program-program pelayanan kesehatan, siapapun dan dari partai mana pun kepala daerah berasal,” ujar Ketua Umum PDI Perjuangan ini.

Dia juga minta, bidan PNS Pusat yang ditugaskan di desa-desa, tidak dimutasi hanya karena kepentingan politik lokal lima tahunan.

Pemerintah pusat, lanjut Megawati, juga harus mendorong adanya pembagian tanggung jawab. Misalnya jika bicara anggaran, maka ada tambahan insentif dari APBD untuk bidan-bidan di daerah-daerah yang medannya berat, pengembangan kompetensi, perlindungan keamanan dalam menjalankan tugas, khususnya di daerah pedalaman dan terpencil.

“Justru jumlah bidan desa harus ditambah sesuai luas wilayah dan jumlah penduduk. Pada porsi ini maka menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk mengalokasikan,” papar Megawati.

Bidan, sebut Mega, merupakan ujung tombak tenaga kesehatan di daerah, terutama desa terpencil. Karena itu, dia minta pemerintah untuk memprioritaskan profesi bidan.

Sebab, peran bidan sangat penting terutama dalam membantu keselamatan bayi dan juga perempuan saat melahirkan.

“Bidan ini untuk membantu. Kematian ibu dan bayi bukan saat setelah melahirkan. Jadi, dikatakan dari 100 ribu kelahiran, kira-kira 300 sampai 400-an yang namanya ibu tidak tertolong,” ungkapnya.

Oleh karena itu, imbuh Megawati, seharusnya pemerintah malu kalau ada bidan sampai menggelar demonstrasi menuntut hak mereka. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dua Legislator Perempuan PDIP Jombang Ini Perkuat Pendidikan Keluarga dan Literasi Digital di Wonosalam

JOMBANG – Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, dan anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, ...
KRONIK

Tinjau Longsor di Pacitan, Diana Sasa Desak Pemerintah Konkret soal Relokasi Permanen

PACITAN – Bencana tanah longsor yang kembali menerjang Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Dengan kejadian yang ...
LEGISLATIF

Warga Dandangan Keluhkan Banjir, Yuzar Rasyid Bergerak Cepat Tinjau Sungai 

Yuzar Rasyid turun langsung meninjau sungai di Kediri merespons banjir musiman, sekaligus meluncurkan program ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Ngawi, Gen Z Tempati Posisi-posisi Strategis di PAC

NGAWI – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di ...
KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...