Sabtu
17 Oktober 2026 | 6 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pengamat Sebut PDIP Paling Siap Hadapi Pilkada Surabaya

pdip-jatim-bendera-partai-sindo

SURABAYA – Hingga kini, PDIP belum mengumumkan nama pasangan calon di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya yang bakal digelar 9 Desember mendatang. Sedangkan calon lawannya, yaitu Machfud Arifin, sudah duluan mengumumkan diri dan rajin kampanye tiap hari.

Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai, meski belum mengumumkan jagoannya, itu bukan berarti PDIP dinilai tak siap. Dia menyebut pengumuman pasangan calon di Pilwali Surabaya sebagai strategi untuk menghadapi Machfud Arifin yang telah memborong dukungan hampir semua partai.

”PDIP jelas sangat siap. Kalaupun PDIP berjuang sendiri melawan koalisi besar (Machfud Arifin), itu tidak jadi masalah. Tidak ada istilah koalisi gajah lawan semut di Pilwali Surabaya. Ini gajah lawan gajah,” kata Surokim, Minggu (16/08/2020).

Menurut dia, wajar jika PDIP belum mengumumkan nama calonnya di Pilwali Surabaya. Toh PDIP sudah mempunyai syarat kecukupan kursi untuk mencalonkan wali kota dan wakilnya.

”Memang ini plus-minus kalau sampai saat ini PDIP belum beri rekomendasi. Plusnya, PDIP bisa menyembunyikan peta kekuatannya, yang membuat lawannya menjadi buta terhadap kekuatan dan strategi PDIP. Kan sudah terbukti, hingga sekarang Pak Machfud Arifin, belum menentukan siapa wakilnya, itu salah satunya karena menunggu calon PDIP,” lanjut Surokim.

Namun, minusnya, di masa pandemi COVID-19 ini model kampanye berbeda dibanding sebelumnya yang memungkinkan pengumpulan massa. ”Ini masa pandemi. Butuh waktu lama untuk sosialisasi karena harus benar-benar patuh protokol kesehatan,” ujarnya.

Surokim pun membeberkan, sejumlah faktor bagaimana kekuatan dan kesiapan PDIP di Pilkada Surabaya yang tidak bisa dipandang remeh. Pertama, faktor sejerah dalam pemilu langsung, di mana PDIP selalu menang di Surabaya. Ini bisa mempengaruhi warga untuk memilih lagi.

Kedua, karakteristik warga Kota Surabaya yang identik dengan kota perjuangan bisa digarap PDIP dengan baik. “Lihat saja, PDIP selalu mengusung jargon gotong royong. Meski pemilih di Surabaya sangat heterogen, tetapi gotong royong itu bisa masuk ke masyarakat langsung.,” lanjutnya.

Tak heran, jika PDIP punya pemilih yang solid. Rata-rata selama ini berdasarkan statistik kajian pemilu, pemilih partai yang patuh pada rekomendasi partai dalam Pilkada hanya sekitar 30-50 persen.

“Tapi, PDIP berbeda. Loyalitas orang yang memilih PDIP untuk mengikuti rekomendasi PDIP di Pilkada bisa tembus 60 persen. Apalagi, PDIP pernah mengusung calon dan menang di Surabaya, lalu dianggap sebagai sosok yang sukses membawa Surabaya, yaitu Bu Risma. Ini akan menambah kepercayaan masyakarat terhadap PDIP dan calonnya di Surabaya,” jelasnya. (sindonews)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...