Selasa
06 Oktober 2026 | 9 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pendaftar Masih Minim, DPRD Surabaya Minta Pemkot Masifkan Sosialisasi Beasiswa SMA

pdip-jatim-khusnul-khotimah-130721

SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah minta Pemkot memasifkan sosialiasi program beasiswa bagi pelajar SMA/SMK/MA sederajat. Sebab hingga gelombang ketiga pendaftaran, jumlah pendaftar masih jauh dari kuota yang diberikan.

“Pendaftaran beasiswa bagi pelajar SMA/SMK/MA sederajat sudah diperpanjang dua kali. Namun ternyata pendaftarnya hanya 5 ribu siswa pada saat penutupan pada 8 Juli 2022 lalu. Padahal kuota beasiswa sebanyak 13.415,” kata Khusnul di Surabaya, Selasa (12/7/2022).

Dia menduga, minimnya pendaftar karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan Pemkot Surabaya. Dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) selaku perangkat daerah yang bertanggung jawab melaksanakan program ini.

“Komisi D DPRD Surabaya sudah rapat bersama Disbudporapar, Bagian Hukum dan Dinas Sosial (Dinsos). Saya minta agar sosialisasi lebih digencarkan. Manfaatkan jaringan yang ada. Seperti RT, RW, organisasi pemuda atau komunitas pemuda lainnya. Sebab program ini menyasar kepada para pemuda jenjang menengah atas,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini juga sangat menyayangkan petunjuk teknis (juknis) beasiswa SMA sederajat ini baru diberikan ke Komisi D sekarang. Padahal juknis sudah ditandatangani kepala dinas pada 29 Maret 2022.

“Seandainya Komisi D tahu juknisnya, kami bisa memberikan masukan-masukan agar program beasiswa ini sukses,” ujar Khusnul.

Pendaftaran beasiswa yang ditutup pada 8 Juli 2022 lalu itu merupakan perpanjangan yang kedua. Sebelumnya, pemkot sudah membuka pendaftaran sejak 17-24 Juni 2022.

Karena masih belum banyak pendaftar, diperpanjang hingga 30 Juni 2022. Meski sudah diperpanjang, masih saja belum banyak yang mendaftar.

Akhirnya pemkot memutuskan untuk memperpanjang lagi masa pendaftaran hingga 8 Juli 2022. “Rencananya pemkot dalam waktu dekat ini juga akan membuka pendaftaran lagi. Saya tekankan agar memasifkan sosialisasinya, agar pada pendaftaran berikutnya jumlah banyak,” tegasnya.

Terkait kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang digunakan sebagai syarat menerima beasiswa, kata Khusnul, Disbudporapar bisa berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Sebab KKM masing-masing jenjang berbeda.

Pihaknya juga minta Pemkot Surabaya untuk mengklasifikasi program intervensi untuk pemuda, agar bantuan serupa merata diterima para siswa. Sebab yang sudah menerima beasiswa dari program lain, agar tidak menerima beasiswa lagi dari program ini.

Agar program ini bisa berjalan baik, Ning Kaka, sapaan lekat Khusnul Khotimah, juga minta agar pemkot membuat call center atau help desk. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi terkait program ini.

“Semoga pada gelombang keempat nanti pemuda Surabaya yang saat ini mengenyam pendidikan SMA/SMK/MA khususnya dari keluarga MBR banyak yang bisa mendapat beasiswa tersebut, karena kuotanya cukup banyak,” harapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Penurunan Stunting Dihitung dari Angka Riil, Bukan Persentase

KEDIRI – Bupati Hanindhito Himawan Pramana meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri tidak sekadar melihat ...
LEGISLATIF

Komisi E DPRD Jatim Siapkan Raperda Jaminan Pesangon dan Jaminan Sosial untuk Perkuat Perlindungan Buruh

SURABAYA – Komisi E DPRD Jawa Timur menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Jaminan Pesangon dan Jaminan ...
KRONIK

Merah, Alun-Alun, dan Prediksi Widarto

JEMBER – Warna merah menjadi salah satu keyakinan Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, ketika menyaksikan laga ...
KRONIK

Bupati Fauzi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Desa Terdampak Kekeringan, Warga: Sangat Berarti

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memantau langsung bantuan air bersih kepada masyarakat yang ...
KRONIK

Fatmawati Trophy 2026: Merawat Kesederhanaan Fatmawati Lewat Karya Budaya Jawa Timur

SURABAYA — Sebuah kebaya tidak selalu sekadar bicara tentang kain, motif, atau potongan busana. Di baliknya bisa ...
KRONIK

Di Brau, Secangkir Susu dan Seekor Anak Sapi Menjadi Cerita tentang Ekonomi Kerakyatan

BATU – Biasanya doorprize festival berupa sepeda, peralatan elektronik, atau voucher belanja. Namun Festival Nyusu ...