Selasa
06 Oktober 2026 | 4 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Merah, Alun-Alun, dan Prediksi Widarto

PDIP-Jatim-Widarto-05102026

JEMBER – Warna merah menjadi salah satu keyakinan Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, ketika menyaksikan laga final FIFA ASEAN Cup 2026. Prediksinya tentang kemenangan tim nasional Indonesia akhirnya terwujud.

Widarto tidak memilih nonton pertandingan dari ruang tertutup. Ia bergabung dengan masyarakat Jember di Alun-alun Jember, Senin (5/10/2026) malam, melalui layar videotron yang dipasang di ruang publik tersebut.

Di tengah kerumunan penonton, Widarto menilai Indonesia datang ke pertandingan dengan modal mental yang lebih kuat. Menurutnya, kemenangan besar 9-2 atas Bangladesh pada laga sebelumnya ikut mengangkat kepercayaan diri pemain.

“Beberapa hal sudah mendukung. Mental pemain Indonesia sudah bagus. Apalagi setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor 9-2. Ditambah lagi bermain di kandang dengan dukungan penuh suporter,” kata Widarto.

Ia menilai kekuatan teknis Indonesia dan Thailand relatif berimbang. Namun, kemenangan pada pertandingan sebelumnya dan dukungan suporter membuat energi pemain Indonesia berlipat. Di antara analisis itu, Widarto menyelipkan keyakinan yang lebih sederhana.

“Kalau sudah pakai kostum warna merah, Indonesia pasti menang,” ujarnya.

Merah memang bukan sekadar warna kostum bagi Widarto. Ia memimpin DPC PDI Perjuangan Jember, Partai yang identik dengan warna tersebut.

Tetapi malam itu, warna merah melebur menjadi simbol yang lebih luas: warna seragam tim nasional, warna partai, dan warna yang dikenali ribuan mata di tengah kerumunan penonton.

Nonton bareng di Alun-alun Jember mempertemukan para penonton dari latar yang berbeda. Mereka duduk beralaskan tikar, menatap layar yang menayangkan pertandingan Indonesia melawan Thailand.

Bupati Jember Muhammad Fawait turut hadir bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah. Ia memilih duduk di lapangan bersama warga, bukan di tempat khusus.

Videotron yang digunakan untuk menayangkan pertandingan itu merupakan fasilitas yang telah terpasang sejak pemerintahan sebelumnya. Malam itu, perangkat yang biasanya menampilkan informasi kota berubah menjadi layar bersama bagi warga yang ingin menyaksikan perjuangan tim nasional.

Sepak bola, setidaknya untuk beberapa jam, membuat batas antara pejabat dan penonton menjadi lebih tipis. Mereka duduk di ruang yang sama, menunggu gol yang sama, dan merayakan kemenangan yang sama.

Prediksi Widarto pun berakhir bukan lagi sebagai tebakan seorang politikus. Di bawah cahaya videotron dan sorak penonton, warna merah yang ia yakini malam itu akhirnya menemukan pembenarannya di lapangan. (art/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Merah, Alun-Alun, dan Prediksi Widarto

JEMBER – Warna merah menjadi salah satu keyakinan Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, ketika menyaksikan laga ...
KRONIK

Bupati Fauzi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Desa Terdampak Kekeringan, Warga: Sangat Berarti

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memantau langsung bantuan air bersih kepada masyarakat yang ...
KRONIK

Fatmawati Trophy 2026: Merawat Kesederhanaan Fatmawati Lewat Karya Budaya Jawa Timur

SURABAYA — Sebuah kebaya tidak selalu sekadar bicara tentang kain, motif, atau potongan busana. Di baliknya bisa ...
KRONIK

Di Brau, Secangkir Susu dan Seekor Anak Sapi Menjadi Cerita tentang Ekonomi Kerakyatan

BATU – Biasanya doorprize festival berupa sepeda, peralatan elektronik, atau voucher belanja. Namun Festival Nyusu ...
HEADLINE

Fatmawati Trophy 2026, Jatim Bawa Kearifan Lokal ke Panggung Nasional

Jawa Timur menyiapkan Banyuwangi, Kota Batu dan Trenggalek untuk Fatmawati Trophy 2026. Tak hanya desain, cerita ...
SEMENTARA ITU...

Haornas di Trenggalek, Doding Ajak Warga Jalan Sehat Sambil Jaga Lingkungan

TRENGGALEK – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kabupaten Trenggalek tidak hanya menjadi momentum ...