Minggu
21 Juni 2026 | 3 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Siapkan Lahan 10 Hektar untuk Kembangkan Listrik Tenaga Surya

pdip-jatim-solar-cell-ilustrasi

SURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, pemkot sudah menyiapkan lahan yang cukup luas di Kecamatan Pakal Surabaya Barat untuk mengembangkan listrik tenaga matahari.

“Kami punya lahan seluas 159 hektar di Sumberejo Pakal. Di antaranya 10 hektar akan kita pakai untuk pengembangan teknologi pembangkit listrik tenaga matahari atau solar cell,” kata Risma, kemarin.

Dalam realisasi progam pengembangan power plan ini, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan PLN, termasuk dalam hal pendistribusian listrik yang dihasilkan.

“Sudah kita siapkan. Nanti ada kerja sama dengan PLN,” ujarnya.

Menurut Risma, proyek ini akan menjadi percobaan untuk memanfaatkan potensi panas matahari yang banyak diterima Surabaya di kawasan Surabaya Barat.

Dengan lahan luas yang mendukung, diharapkan nantinya power plant ini juga bisa menjadi studi bagi anak-anak Kota Pahlawan.

Lahan yang disiapkan, sebutnya, ada yang dari bekas tanah kas desa, ada yang dari ruilslag atau tukar guling dengan lahan di daerah lain. “Yang jelas tanah itu yang kita manfaatkan,” ucap Risma.

Sebagaimana diketahui, saat ini pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di TPA Benowo Surabaya menjadi satu-satunya pilot project yang dinilai berhasil di Indonesia. Saat ini, TPA Benowo akan menghasilkan listrik 2 megawatt.

Listrik tersebut sudah dijual ke PLN sesuai dengan ketentuan negara terhadap pengelolaan listrik. Targetnya sampai akhir tahun 2018 mendatang, produksi listrik dari TPA Benowo akan mencapai 9 megawatt.

Kota Surabaya menjadi pilot project kota-kota lain dalam hal pengelolaan sampah, terutama dalam memanfaatkan sampah menjadi energi listrik.

PLTSa merupakan entitas bisnis dan akan menjadi contoh perkotaan lain dalam pengelolaan sampah ini, sudah ada sejak tahun 2015.

Terlebih Waste to Energy sudah menjadi komitmen di Kerangka Kerja Perubahan Iklim Konvensi, dengan mengkonversi sampah menjadi energi.

Hal ini sesuai dengan Perpres 18 Tahun 2016 tentang Percepatan pembangunan listrik berbasis sampah. Dimana, ada tujuh daerah yang dijadikan sebagai pilot project.

Tujuh daerah itu, meliputi Surabaya, Jakarta, Tangerang, Bandung, Surakarta, Makasar dan Semarang.

Setelah Kota Surabaya berhasil mengelola limbah sampah menjadi energi listrik, beberapa daerah itu pun lantas kemudian studi banding ke TPA Benowo. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Bumikan Pemikiran Bung Karno Lewat Bedah Buku

MADIUN – Untuk membumikan ajaran dan pemikiran Sang Proklamator, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun sukses ...
HEADLINE

Said Abdullah Dorong Tarif Cukai Afirmatif untuk Pabrikan Rokok Golongan III

Anggota Komisi XI sekaligus Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendorong kebijakan afirmatif tarif cukai bagi ...
KABAR CABANG

Haul ke-56 Bung Karno, PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Sarasehan dan Doa Bersama

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar Sarasehan dan Doa Bersama di Aula Kantor DPC ...
LEGISLATIF

Romy Soekarno Salurkan 2.500 Beasiswa PIP untuk Siswa di Blitar Raya

Anggota DPR RI Romy Soekarno menyalurkan 2.500 beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi bagi siswa di ...
KRONIK

Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep, Tampilkan Tari Sintong, Keris hingga Migas

SUMENEP – Logo Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi identitas visual perayaan, tetapi juga ...
KABAR CABANG

Dari Jombang ke Pusara Sang Proklamator, Perjalanan Ratusan Kader Banteng Menjaga Api Perjuangan Bung Karno

Ratusan kader PDI Perjuangan Jombang menempuh perjalanan ke Makam Bung Karno di Blitar. Ziarah kebangsaan ini ...