Jumat
18 September 2026 | 3 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Realisasikan JPS bagi 19.045 MBR, Achmad Hidayat: Kebijakan Berpihak pada Wong Cilik

pdip-jatim-achmad-hidayat-060821

SURABAYA – Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menyampaikan spresiasinya atas kebijakan pro-wong cilik yang diambil oleh Walikota Eri Cahyadi dan Wakil Walikota Armuji.

“Saat ke Kampung-kampung, saya sering disambati warga terkait mereka yang tercantum dalam database masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), namun belum tersentuh bantuan sama sekali,” kata Achmad, Senin (13/9/2021).

Politisi muda partai berlambang moncong putih itu menerangkan, penyerahan bantuan jaring pengaman sosial (JPS) yang bersumber dari APBD kota Surabaya itu selaras dengan keinginan masyarakat.

“Jangan dilihat nilainya yang hanya 200 ribu rupiah, namun political will walikota dan wakil walikota untuk dapat meringankan beban rakyat,” pungkasnya.

Dirinya juga berharap, penyaluran bantuan JPS tersebut dapat tepat sasaran serta menjadi stimulus bagi pemulihan ekonomi di Kota Surabaya.

Seperti diketahui, sebelumnya Pemkot Surabaya menganggarkan total Rp 3,8 miliar untuk bantuan sosial (bansos) jaring pengaman sosial (JPS).

Dana tersebut merupakan anggaran tak terduga dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya Tahun 2021. Anggaran tersebut akan diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp 200 ribu.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi secara simbolis menyerahkan bansos JPS masing-masing senilai Rp 200 ribu kepada 15 MBR di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (10/9).

Eri mengatakan, bansos JPS yang diberikan pemkot kepada MBR hanya diperuntukkan bagi mereka yang belum menerima bansos dari Kemensos.

“Kita kan punya data MBR. Jadi, kalau sudah mendapatkan bantuan dari Kemensos tidak boleh lagi diberikan bantuan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim maupun Pemkot Surabaya. Jadi, orang harus mengerti, jangan dipikir sekarang dapat dari pemkot, kemudian bantuan Kemensos turun berarti dapat dobel. Tidak seperti itu,” katanya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...