NGAWI – Sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Ngawi mengalami kenaikan harga jelang lebaran. Pemkab setempat, melalui Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, dan dinas terkait telah melakukan inspeksi terkait harga dan ketersediaan sembako di sejumlah pasar tradisional beberapa waktu lalu.
Sebagai tindak lanjut dari sidak itu, Pemkab Ngawi menggelar pasar murah. Pasar sembako dadakan itu bertajuk Bazar Ramadan. Hal itu dilakukan sebagai upaya menstabilkan harga sembako jelang lebaran.
Bazar Ramadan yang sudah kesekian kalinya digelar Pemkab Ngawi setiap bulan puasa itu dilaksanakan di jalan tengah alun-alun Merdeka Ngawi. Puluhan lapak pedagang disiapkan menjual berbagai macam kebutuhan pokok, dan pernak-pernik lebaran.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, menyempatkan untuk mengunjungi bazar Ramadan itu. Di dampingi sejumlah kepala OPD, Wabup Antok cek dan ricek kondisi penjualan sekaligus bercengkrama dengan masyarakat pengunjung bazar.
“Pasar murah Bazar Ramadan ini sebagai tindak lanjut dari hasil pemantauan stok kebutuhan pokok di berbagai pasar beberapa waktu lalu,” kata Wabup Antok kepada media, Selasa (27/4/2022).
Adapun Wabup Antok memastikan, segala kebutuhan pokok yang dijual di bazar Ramadan itu memiliki harga jual jauh dibawah pasaran. Seperti misalnya minyak goreng. Di bazar Ramadan itu, harga satu liter minyak goreng kemasan hanya Rp 21 ribu. Sementara untuk yang curah, hanya sekitar Rp 18 ribuan. Harga itu jauh di bawah pasaran saat ini.
“Paling tidak melalui bazar Ramadan ini, bisa memberi alternatif belanja yang lebih murah bagi masyarakat. Kita jamin kebutuhan pokok harganya dibawah pasaran, tidak harga lebaran,” urainya.

Wabup Antok menjelaskan, Bazar Ramadan ini akan digelar satu hari. Namun tidak menutup kemungkinan, bazar serupa akan digelar kembali hingga hari raya idul Fitri tiba.
“Kalau memang perlu kita lakukan kembali, akan kita adakan lagi sampai hari raya,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan itu.
Bazar Ramadan oleh Pemkab Ngawi begitu diminati masyarakat. Pengunjung memadati lokasi Bazar Ramadan silih berganti.
Seperti salah satunya Anida Fitri, warga Paron, Ngawi. Dia menyempatkan datang untuk berburu kebutuhan lebaran dengan harga murah.
“Tentu saja ini sangat membantu masyarakat kecil seperti kita. Di tengah naiknya harga bahan pokok jelang lebaran, bazar Ramadan seperti ini sangat kita butuhkan,” ucapnya. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










