Jumat
23 Oktober 2026 | 3 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkab Kediri Beri Insentif Bulanan 7.139 Guru Agama

pdip-jatim-eksekutif-201121-kabupaten-kediri-a

KABUPATEN KEDIRI – Pertama kali di Kabupaten Kediri, di bawah pemerintahan Bupati Hanindhito Himawan Pramono, guru pendidikan agama non formal mendapatkan bisyaroh atau bantuan insentif. Ada 7.139 guru mendapatkan insentif sebesar Rp 100 ribu tiap bulannya.

Bupati Hanindhito atau akrab disapa Mas Dhito, secara simbolis menyerahkan insentif kepda para guru pendidikan agama non formal di Pondok Pesantren Salafiyah Kapurejo, Desa Pagu, Kecamatan Pagu, Jumat (19/11/2021).

Bupati Hanindhito pada acara tesebut menyampaikan, kesejahteraan orang-orang yang membangun moral bangsa ke depan harus diperhatikan. Pemberian insentif itu sebagai salah satu wujud komitmen dalam memperhatikan kesejahteraan nasib guru agama non formal yang ada di Kabupaten Kediri.

Secara rinci, 7.139 guru pendidikan non formal yang mendapatkan insentif untuk Agama Islam yang meliputi guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) jumlahnya 6.366 guru. Agama Kristen sebanyak 685 guru, 37 Katolik serta 51 guru Hindu. Pelaksanaan, uang ditransfer ke rekening masing-masing.

Program pemberian insentif itu, menurut Mas Dhito, akan berlanjut. Ke depan tetap dilakukan pendataan ulang, sehingga bagi guru-guru agama yang saat ini belum tercover dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan insentif.

“Insyaallah bertahap, nanti kalau datanya sudah lengkap, kita sudah bisa pilah, mana saja guru madin yang berhak menerima. Secara bertahap mungkin kita akan naikkan nanti,” ungkap Mas Dhito.

Mas Dhito menegaskan, pihaknya akan terus mengawal program pemberian insentif itu, jangan sampai penyalurannya tidak tepat sasaran. Sebab, selama ini banyak sekali program pemerintah baik di tingkat kabupaten dan kota maupun provinsi, bahkan di tingkat pusat yang masih tidak tepat sasaran.

“kita yang di tingkat kabupaten, tapi tidak ada alasan untuk tidak tepat sasaran. Dan saya yang akan terus mengawal,” tandasnya.

Pemberian insentif itu pun disambut baik oleh guru agama non formal. Sebagaimana disampaikan Meri Wahyu Kristin, salah satu guru sekolah Pasraman disalah satu pura daerah Bangsongan, Kecamatan Kayen Kidul. Selama belasan tahun mengabdi menjadi guru, dia mengaku baru kali ini mendapatkan bantuan insentif dari pemerintah.

“Sangat bersyukur dan nggak nyangka, kita selama ini bekerja atas kemanusiaan,” akunya. (putera/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Terima Aliansi Ulama Jatim, Yordan Pastikan Kawal Aspirasi hingga ke Pusat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, menegaskan akan mengawal ...
KABAR CABANG

Kebakaran TPA Supit Urang, Kader PDIP Kota Malang Salurkan Masker dan Air Minum

Kader PDI Perjuangan Kota Malang menyalurkan masker bagi warga dan air minum untuk petugas pemadam kebakaran di ...
LEGISLATIF

Reses Fery Sudarsono, Warga Curhat Soal PJU hingga Nasib BKK Desa

MADIUN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU), persoalan infrastruktur, hingga ketergantungan desa terhadap Bantuan ...
KRONIK

Kisruh Poktan Maju Makmur, Candra Dorong Regenerasi Kepengurusan Sesuai Mekanisme

JEMBER – Penetapan kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu ...
KRONIK

Dorong Ekonomi Berbasis Masjid, Banyuwangi Latih 150 Takmir Kembangkan Masjid Affiliate

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...