oleh

Pemkab Banyuwangi Kembali Buka Pendaftaran Program Beasiswa S1

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali membuka program Beasiswa Banyuwangi Cerdas bagi anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Program Beasiswa Banyuwangi Cerdas ini sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM).

Dalam program beasiswa untuk pendidikan strata 1 (S1) ini, Pemkab Banyuwangi menggandeng empat perguruan tinggi, yakni Universitas Jember (Unej), Universitas Islam Negeri Jember, Universitas Terbuka di Jember, serta Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa program Beasiswa Banyuwangi Cerdas telah diluncurkan sejak 2011. Program ini tidak hanya bagi anak-anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu, namun ada beasiswa bagi yatim piatu, dan para penyandang disabilitas berprestasi.

Selain itu, pada tahun 2021 beasiswa juga diberikan kepada mahasiswa dari keluarga yang terdampak pandemi Covid-19.

“Lewat program ini, Banyuwangi memberikan akses bagi anak-anak yang kurang beruntung untuk melangkah ke bangku perguruan tinggi,” kata Bupati Anas, Jumat (22/1/2021). 

“Sejak diluncurkan, sudah sekitar 1.800 anak muda yang mendapatkan program ini. Sedangkan anggaran yang dikucurkan total sudah mencapai Rp 26,25 miliar,” tambah dia.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno mengatakan, kriteria utama untuk program Beasiswa Banyuwangi Cerdas, bagi anak muda dari keluarga kurang mampu, namun mempunyai potensi dan prestasi.

Menurut dia, setiap tahun pemkab mengalokasikan beasiswa bagi pelajar yang berprestasi. Program beasiswa yang telah diluncurkan sejak 2011 ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak muda berprestasi dari keluarga kurang mampu, yakni yatim piatu dan para penyandang disabilitas berprestasi.

“Untuk pendaftaran program ini dibuka mulai 20 Januari hingga 10 April 2021. Kuotanya ditentukan dari masing-masing perguruan tinggi. Kami mengajak anak muda Banyuwangi yang memiliki kriteria untuk segera mendaftar program ini,” ujarnya.

Suratno mengatakan, ada dua syarat yang harus dipenuhi bagi mereka yang mengajukan beasiswa ini. Pertama mereka harus berasal dari keluarga yang kurang mampu, dibuktikan dengan dokumen pendukung, seperti form yang berisi tentang biodata orang tua, pekerjaan, rekening listrik, dan foto rumah dari berbagai sisi.

Kedua, harus lolos dalam Seleksi  Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Peserta program beasiswa ini akan mendapatkan alokasi dana Rp12 juta per mahasiswa per tahunnya,” bebernya. (goek)

rekening gotong royong