Rabu
04 November 2026 | 9 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemilu Mahal Picu Fenomena Calon Tunggal

pdip-jatim-arif-wibowo-dpr

pdip-jatim-arif-wibowo-dprJAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan di Komisi II DPR RI Arif Wibowo, mengatakan, pangkal utama permasalahan munculnya fenomena calon tunggal terletak pada sistem pemilu Indonesia yang dinilai ‘mahal’ dan membutuhkan biaya tinggi.

Mahalnya biaya tersebut, cenderung terkonversi menjadi suburnya praktik money politic. Arif mencontohkan, ada calon petahana yang berani memberikan segala upaya yang bisa dia buat demi memperoleh dukungan semua partai politik (parpol) yang ada.

“Hal inilah yang menjadi faktor penting munculnya fenomena calon tunggal,” kata Arif Wibowo, kemarin.

Di sisi lain, tambah Arif, praktik money politic yang terjadi hingga tingkat pemilih. Hal ini juga membuat para calon lainnya, baik dari kalangan muda usia di parpol hingga yang dari jalur independen, berpikir dua kali sebelum memutuskan maju ke gelanggang.

Karena itu, dia mengaku tak setuju jika dikatakan bahwa calon tunggal ini disebabkan gagalnya kaderisasi. “Kaderisasi tak ada hubungannya dengan calon tunggal dan politik uang,” jelas dia.

Meski demikian, dia berpendapat, ke depan tetap diperlukan perubahan undang-undang (UU) untuk mengatasi situasi itu. Hanya saja, dirinya tidak sepakat apabila yang diubah adalah ambang batas pengajuan calon menjadi turun, atau membatasi jumlah dukungan parpol yang bisa didapatkan sepasang kandidat.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) ini lebih sepakat bila yang diperjelas di aturan adalah, semisal, pembedaan jelas antara parpol pendukung atau parpol pengusung calon kepala daerah.

“Pembedaannya harus jelas. Ya kira-kira, kalau diperjelas, parpol takkan mau jadi sekadar pendukung, dia harus jadi pengusung,” ujarnya.

Namun, poin utama perubahan adalah soal bagaimana sistem harus dibangun sehingga pemilu dan pilkada di Indonesia tak lagi mahal, yang akan cenderung menghasilkan pragmatisme politik. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemuda Trenggalek Produksi Film untuk Angkat Potensi 157 Desa Kreatif

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan kreativitas ...
KRONIK

Ratusan Juta Dugaan Pungli KHDPK Dikembalikan, Widarto Minta Perjuangan Petani Tak Berhenti

JEMBER – Pengembalian uang Rp138 juta yang diduga dipungut dalam pengurusan akses pengelolaan kawasan hutan menjadi ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Perkuat Perlindungan Anak, Pencegahan Bullying Jadi Perhatian

KEDIRI – Pemkab Kediri menegaskan pemenuhan hak anak harus diikuti perlindungan nyata dari kekerasan, diskriminasi, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...